.: Myclestoria :.

Oktober 14, 2009

Terkenang Masa Lalu

Diarsipkan di bawah: ~Ungkapan~ — mikeythebest @ 4:37 pm

Hari ini saya dengan kolega saya, membahas banyak sekali hal-hal yang terjadi di masa lalu, ketika masa orientasi siswa di sekolah yang menyebalkan tetapi menyenangkan, sampai pasangan-pasangan lebai yang ada di mal.

Rasanya berbeda sekali dengan masa sekarang, tampaknya waktu berjalan dengan sangat cepat, saya baru saja mengalami ujian tengah semester, dengan minggu segmen teori, rasanya menyenangkan karena ujian-ujian yang saya kerjakan masih mudah, saya pula sudah bisa menyesuaikan diri saya dengan kehidupan kuliah (karena sebelumnya amit-amit deh, pengennya bolos melulu.)

tugas-tugas pun sudah saya bisa kerjakan dengan santai, mungkin karena saya masih dalam semester 1 kali ya? tapi saya amat bersyukur masih dapet dosen-dosen yang asyik, berbeda dengan dosen-dosen kelas lain yang tampaknya nggak banget.

oke deh. saya akan tidak patah semangat lagi. setelah peruntungan yang didapat saya akan berusaha lebih dan berusaha tidak mengeluh. berjuang MIKE!! :)

Oktober 11, 2009

TacintaCintacinTacin

Diarsipkan di bawah: Poems — mikeythebest @ 3:39 pm

TacintaCintacinTacin

Tacinta cinta Cinta cin Tacin
Cinta cin Ta cinta Cinta
Cinta ta’ cin Tacin?
Cinta cinta Tacin ta’?
Tacinta CintacinTacin

Tapi

Kalo

Tacin ‘tacintaCinta
Cintacin Tacin ‘ta?

Soalnya

Tacinta Cinta tapi Cinta’tacinTacin

Gimana tuh?

Apa ta’ TacintaCinta aja?

Tapi

Hati Tacin ini hatihatihatihatiha
Hati Tacin matihatihamatimatihatiha

Soalnya
CinTaCin, Cinta ‘tacinta
HatiTacintamatimatimatihat

imatihatimaticinta
Kalo nanti
CintacinTacin lagi
TacintacintaCinta ‘ta?
TacintatacintaCinta?
CintatacintaTacin?

TacintaCintata’cinTacin

:)

Ditulis Michael Vincent_Oktober_2009
Berusaha membunuh waktu yang telah disiasiakan

Dua dan Dia

Diarsipkan di bawah: Poems — mikeythebest @ 6:18 am

aku adalah saya
saya adalah aku
suatu ketika, ada dia
dia tau saya
dia tau aku

dia tidak cinta saya
dia cinta aku
karena saya bukan aku
dan aku bukan saya
dan ada dia
aku bukanlah saya
tetapi
ketika ada semua
aku adalah saya

mulanya
aku dan saya ragu
akan lama
aku mencintainya
walaupun aku memunculkan semuanya
dia tetap bertahan

suatu saat
air tumpah dari gelasnya
pasir waktu selesai meluap
dia tidak cinta aku, lagi…
karena aku cinta dia
dia tidak cinta aku

aku mati
tapi semuanya mencintai saya
maka saya harus hidup
dan aku.. berada di ambang
karena semua mencintai saya
maka aku harus terus hidup
dalam kutukan ini

semua dengan palsunya membutuhkan saya
setelah diserap sampai kering
semua membuang saya
tetapi bukan saya yang sakit
tetapi aku..
duri-durinya menyiksa sekali
tak bisa mengeluarkan air mata
tak bisa mengeluh
karena dibungkam oleh saya

selama saya adalah aku
aku adalah saya
aku menderita…
kutukan..
siapa saja yang tau cara menghilangakan aku dalam dunia ini
dengan tenang
aku mohon..
datanglah dan bisikanlah padaku…

dan untuk dia yang sedang membuka pintu baru
selama tinggal…
semoga dunia selanjutnya..
aku bertemu dengan dia..

kau tau saya tau kamu tidak tau aku tau kau

Diarsipkan di bawah: Poems — mikeythebest @ 6:17 am

kau tau saya tau kamu tidak tau aku tau kau
oleh: Michael Vincent-Mei-2009

Jika aku adalah aku
maka saya adalah saya
jadi, aku adalah saya..
tapi beda.

aku berada di kegelapan berdarah
sendiri hampa sunyi dingin sesak.
saya berada di luar,
dengan kehangatan mereka
alami dan buatan.

tau tapi tak tau
apakah tak tau tau?

aku tau segalanya
saya tau segala-galanya kah?
aku tau saya tau
saya tau aku tau
akankah aku tau kau tau
kau tau saya
kau tau aku-kah?

kata kamu saya baik
kata kau aku jahat
kata kamu saya mengagumkan
kata kau aku menjijikan
tapi saya adalah aku
aku adalah saya,
kan?
kau yang mana,
benar?

kau dimata saya tersembunyi
tapi aku melihat kau jelas
kau beda dengan kamu
sama dengan aku dan saya

aku adalah saya
saya adalah aku
tapi
kau tau aku tau kau?
siapa tau?
aku cinta dia
tapi
saya tidak bilang cinta dia
siapa tau? kau?

ada kamu.. maka ada kau
selama kau tidak tau aku
karena aku adalah saya
saya adalah aku
semakin kau menyukai saya
semakin kau tidak tau aku
karena saya adalah aku
dan aku adalah saya

saya didepan kamu tidak tau kau
saya tau kamu
aku tau kau

aku tau saya tau kamu tau kau
karena itu, kegelapan terus berdarah
aku tak mau kau tau
aku tak mau tau kau
karena kegelapan terus berdarah
tau kau?

pergilah.
saya suka kamu
aku benci kau

kau tau saya tau kamu tidak tau aku tau kau
:) ):

Nostalgica: 1 September 2007 ~I Believe vers. ~

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mikeythebest @ 6:15 am

Nostalgica: 1st September 2007 ~ I Believe vers.~
Fictionshortstory Created by Michael Vincent-November 2008

Aku percaya…
Apakah kamu masih mengingat janji kita?
Aku percaya…
Janji ketika kita sedang menjalani sebuah cerita cinta
Aku percaya..
Kamu masih mengingatnya…

31 Agustus 2007, Nokia N91, 21.45 WIB, Messaging Folder.

Hari ini kita ketemuan, kan? Besok kamu pake apa say, supaya kita kesannya kembaran gitu lho >.<

Aku mungkin pakai hitam dengan daleman abu, pula rok bergelombang dengan warna yang sama, abu, kalau kamu?

Kalo begitu besok aku pakai baju putih ya, kayak polo gitu, tapi dalemannya hitam ya.. biar kita kembaran, ups, tapi aku nggak kembaran ama kamu ya kalo bawahannya, besok aku pake celana pendek sampai paha berwarna merah ya XD aku gak sabar pengen ketemu ama kamu, Tisha.

Kalo aku jelek, mang kamu masih mau ama aku? Di Friendster sih aku fotogenik banget lho..
Gak. Aku gak percaya kalo kamu jelek. Kalo kamu udah disuka ama aku, Iam , gak mungkin jelek.
Iam.. makasih ya.. aku tidur dulu ya..

Good nite.. aishiteru.. :P

Aku Tisha. Seorang gadis yang baru saja kencan di dunia maya. Kami berkenalan. Kulihat fotonya memang sepertinya ia benar-benar memiliki wajah seperti itu. Polos, matanya bersinar menyiratkan sesuatu yang misterius. Berambut pendek. Wajahnya biasa saja. Tapi aku pula begitu. Menurutku aku biasa-biasa saja. Tapi.. tidak apa-apa. Entah mengapa.. aku percaya bahwa semuanya akan berjalan dengan baik.

Aku percaya.

1 September 2007, Mall Kelapa Gading, 17.00
Dua menit serasa seperti satu hari. Aku penasaran. Aku ingin bertemu dengan Iam. Karena aku baru pertama kali pacaran. Apakah aku begitu menggelikan? Ya. Aku menggelikan. Tapi tak apa. Karena ini baru pertama kalinya aku berpacaran. Semoga dia menyukaiku, Tuhan. Semoga Iam menyukai Tisha Valentine.

Aku percaya.

Ti..sha..?

Aku mengadah ke depan memandangi seorang sosok pria. Muda. Dengan tinggi kira-kira seratus delapan puluh-an. Berpakaian polo shirt putih dengan kaos polos hitam didalam polonya. Dan celana pendek berwarna merah, sandal santai tapi bagus. Kacamatanya. Ekspresi itu. Ia begitu berbeda dari fotonya. Iam yang asli begitu tampan. Dan aku, begitu biasa.

Kamu lebih cantik ya dari foto..

Ah.. boong banget kamu..

Ia terdiam. Sangat berbeda sekali dengan ketika dia sedang bersms. Begitu talkative, dan sekarang ini begitu misterius. Oh.. apakah aku jelek? Ya.. aku mungkin tak pantas bersamanya.

Um.. kita mau kemana?

Aku.. juga tak tahu..

Kulihat kearah lain. Menghilangkan ketegangan. Kulihat sebuah restoran di sana. Pizza.

Kita makan aja yuk. Kataku.

Kami kemudian makan. Ia sama sekali tak berbicara. Oh Tuhan, pasti aku ini jelek banget ampe dia gak mau ngomong ama aku. Oh Tuhan.

Kamu.. ke sini naik apa?
Taksi.. jawabku.
Maaf ya.. aku masih belum cukup umur buat nganter kamu..

Gak apa-apa kok.. umurku ama umurmu kan sama.. makasih ya udah mau ketemuan ama aku.
Aku dong yang mestinya ngomong begitu..

Kami berdua tertawa dan berfoto bareng. Beneran deh. Kalo difoto dia jelek banget. Tapi aslinya ganteng banget. Entah kenapa semua orang cakep kalo difoto, aslinya lebih cakep. Hix hix..

Eh.. kita ke timezone yuk. Ajakku.

Ada sebuah mesin, seperti mesin simulasi. Aku penasaran seperti apa itu. Aku ingin menaikinya dan ia pun setuju untuk mendampingiku. Wah. Ternyata hanya mainan 3d gitu. Agak bosen sih. Tapi gelap-gelap gini..

Sesuatu menyentuh bibirku.. dengan berbeda dari sebuah pori jari. Ini pori yang lain. Sedikit basah. Meraup bibirku begitu dalam. Begitu memikat.

Iam.. menciumku..

Kapan kita begini lagi, janjian lagi buat ketemuan yuk.. katanya.

Ya.. aku pula senang.

2008 June 8th, Timezone . 20.00 WIB
Iam. Apakah kau masih mengenaliku? Aku pula sudah berubah. Ketika aku meninggalkanku, aku masih menyimpan gambar tulisan cinta dalam bahasa Jepang yang kau ciptakan untukku ketika aku berulang tahun, dan sekarang janji yang seharusnya ditepati, sudah tak mungkin lagi untuk terjadi.

Sekarang aku tinggal di dunia tanpamu.

Berharap kalau ini hanyalah ilusi. Aku percaya.

Dan sekarang aku berdiri dihadapan mesin simulasi itu. Tempat kita bertemu. Dan kau tidak mungkin lagi datang. Selesai sudah.

Apakah ini jawabanmu padaku Iam.

Tidak.

Aku percaya.

Suatu saat, kau akan datang ke tempat ini

Aku percaya,

Suatu saat, kau akan kembali menggandeng tanganku

Dan, aku percaya,

Cerita cinta kita bisa dimulai sekali lagi

Aku percaya.

Fiction: Rozen Maiden ~Doppelganger~

Diarsipkan di bawah: Fiction — mikeythebest @ 6:12 am

Rozen Maiden ~Doppelganger~
Original characters and story from Rozen Maiden by Peach Pit
Fiction by Michael Vincent-2009-July

Namaku Iblis Laplace. Aku adalah seorang jentelmen berpakaian tuxedo dengan jas maestro dengan celana panjang bergaris. Kepalaku berwujud seperti kalian para manusia katakan, kepala seekor kelinci putih. Aku bukanlah siapa-siapa. Waktu berjalan ruang berlari, begitu pula antara aku dan kalian. Kita berada di dunia yang penuh dengan komplikasi imajinasi yang kalian sebenarnya mengatakan ini fiksi, padahal dengan jelas aku melihatnya disini.

Sebuah boneka hidup yang bisa bernafas layaknya manusia, berbicara seperti lady manusia, memliki tubuh yang mungil seperti boneka, mata yang lentik dan lebar penuh dengan bola Kristal,
Tapi ini bukanlah boneka biasa. Manusia seperti kalian menyebutnya dengan
Rozen Maiden.

Boneka-boneka ini diciptakan oleh seorang jenius bernama Rozen, ia adalah pembuat boneka terkenal yang menciptakan boneka yang serupa dengan manusia. Dan sekarang ini, aku sedang berada di N-field yang merupakan sebuah dunia yang terbentuk dari isi hati seseorang.

“ Iblis Laplace, kapan aku bisa bertemu dengan Kakak-kakakku?” seorang boneka Rozen Maiden sedang berada disebelahku, berpakaian dress dengan liku-liku kain berwarna ungu muda, berambut putih panjang sampai se-betis denan hiasan rambut yang diikat sepasang dengan pita mawar hitam. Sebelah mata kanannya ia tutup dengan penutup mata dengan bercorak mawar.

“ mawar ungu..” kataku padanya dengan tersenyum memegang setangkai mawar merah.

“ namaku Barasuishou..”

“ Mengapa kau begitu ingin menemui kakak-kakakmu?” tanyaku padanya.

“ Bapa telah mengungumkan bahwa hanya ada satu Rozen Maiden yang bisa menjadi Alice, maka kami para kakak beradik harus mengumpulkan semua mustika mawar untuk menjadi Alice, dengan cara bertarung satu sama lain.”

Aku menutup mataku, dan mulai bersajak.

Hidup adalah sebuah perjuangan.

Kalau tidak mau dibunuh, kau harus membunuh.

“ Begitu ya?” kataku sambil tersenyum. “ Lalu, kau kan baru lahir, bagaimana kau bisa tau tentang Alice Battle?”
Barasuishou menyusun ulang N-Field nya menjadi ladang menara-menara Kristal yang megah dan berwarna ungu dan semua yang ada disekitarny menjadi Kristal.

“ karena aku adalah anak terakhir, anak yang paling disempurnakan, maka akulah yang harus menjadi Alice.”

“ Ucapan yang bagus, mari kita saksikan sampai mana kau bisa mengatakan hal yang seperti itu..”

“ Kau meragukanku?” Barasuishou mengeluarkan pedang berwujud Kristal ungu dan menghunuskannya didepanku.

“ Tak ada gunanya menyerangku.” Kataku tenang. “ lagipula dalam 5 detik kemudian, seorang Rozen Maiden akan datang. Simpanlah tenagamu karena yang satu ini tidak berwujud. Dirinya adalah astral.”
Terjadi goncangan di dalam N-Field, aku terbang naik ke atas menuju ke tempat yang jauh dan menyaksikannya dari belakang.

Tanah mulai mengalami gempa, semakin gempa semakin melebar, dan lubang pembesarannya muncul sesuatu dari bawah, besar bergumpal berwarna putih. Ia membuka kelopaknya semakin lama semakin membesar, pada akhirnya bentuk aslinya terlihat. Sebuah mawar putih yang besar dan terdapat akar-akar berduri yang menancapnya ke tanah. Didalam putik itu keluarlah perlahan-lahan seorang gadis kecil brpakaian dress dengan bewarna putih susu, rambutnya berwarna merah jambu yang cair, dengan mata sebelah kanannya adalah mawar putih asli. Ia keluar dari mawar putih itu dibantu oleh akar-akar yang menggendongnya sampai akhirnya ia turun ke tanah dengan sempurna.

Hihihi.. hihihi..

Barasuishou mengatur kembali aluran kekuatannya, gadis itu ternyata tak bisa berdiri di tanah. Tubuhnya mengambang.

Alice Battle, dimulai.

Barasuihou mengeluarkan serpihan-serpihan Kristal ungu menyerang gadis itu dengan cepat. Tetapi pula dengan cepat gadis itu terbang menghindari badai serpihan Kristal, ia seperti bermain-main dengannya dan ia mengeluarkan akar berduri dari bawah tanah dan menghunus Barasuishou.

Hihihi.. hihihi..

Tapi ditebasnya akar itu dengan pedang Kristal Barasuishou.
“ kamu.. siapa?” Tanya gadis itu kembali mengambang di udara.
“ Aku boneka Rozen Maiden ke tujuh, Barasuishou.”
“ Hihihi. Aneh. Aku juga boneka Rozen Maiden ke tujuh. Kirakishou.”
Walaupun mereka berwajah sama. Tetapi penampilan mereka berbeda. Kirakishou berambut panjang tetapi rambutnya bergelombang.

“ jangan bercanda.” Barasuishou mengeluarkan sebuah Kristal besar dari bawah tanah untuk menusuk tubuh Kirakishou, tetapi kecepatan Kirakishou berhasil menghindar.
Hihihi.. jangan bercanda? Bukannya sebelah sono yang mestinya bilang begitu?

“ kena kau.”

Kristal besar tadi mengeluarkan Kristal dari dalam dan menusuk jantung Kirakishou dari belakang.

“ mustika mawarmu, menjadi milikku.”

Hihihi.. maksudmu ini?

Sambil tertawa lucu, Kirakishou mengeluarkan sebuah bola roh berwarna merah di dalam jantungnya yang tertusuk. Itukah mustika mawar?

“ Kenapa kau belum mati?” Barasuishou menghujankan Kristal dari atas dan mencabik-cabik tubuh Kirakishou hingga menjadi pecahan.

Hihihi.. hihihi.. karena aku tak bisa mati. Itsy bitsy spider.. itsy bitsy spider..

Kirakishou kembali menyatukan pecahannya. Dan ia menjadi satu kembali dengan sempurna.

“ Akulah Rozen Maiden ke tujuh. Namaku Kirakishou. Aneh. Bapa tidak pernah berbicara kalau aku mempunyai saudara kembar. Apakah kau palsu?” Kirakishou tersenyum dengan penuh makna yang tersirat.

Kau kali yang palsu.”

Akar-akar mawar mulai berjalar menyerang Barasuishou, dengan tenang Barasuishou menebas akar-akar mawar yang menyerangnya. “ akar murahan seperti ini tak bisa menyerangku.”

Hihihi.. itsy bitsy spider.. itsy bitsy spider.. siapakah korban berikutnya?

Mendadak yang seluruh penjuru arah akar-akarnya berputar mengitari Barasuishou dan mengikatnya dari segala penjuru arah. Kirakishou yang mengambang turun ke salah satu jarring yang mengikatnya, dan ia menelungkupkan badannya bergaya seperti seekor laba-laba yang besar.

Itsy bitsy spider.. itsy bitsy spider.. siapakan laba-labanya? Aku dong. Hihihi.

“ Tubuhmu, penuh dengan kemisteriusan. Aku akan memakan tubuhmu, kembaranku. Hihihi.”
Di bawah di mana Barasuishou terikat, muncullah sebuah mawar putih besar yang perlahan-lahan menelan masuk tubuh Barasuishou.

“ Setelah kumakan tubuhmu, akan kuambil jiwa mastermu. Hihihi. Setali dua pula terlampaui. Selamat makan!!”

Barasuishou tertelan oleh mawar putih sepenuhnya. Kirakishou tersenyum jahat.
Tapi ternyata mawar itu tertusuk Kristal ungu dari bawah tanah. Dan kelopaknya menjadi layu.
Mawarnya kembali terbuka. Barasuishou keluar dari mawar itu dengan tenang.

“ Mawar putihku tak mau bereaksi dengan tubuhmu. Ada yang tak wajar dengan tubuhmu, tubuh yang berbeda dari kakak-kakakku. Apakah kau benar-benar seorang Rozen Maiden?” Tanya Kirakishou menyiapkan gumpalan akar-akar mawar menjadi satu.

“ aku pula tak tau, bagaimana kalau kita sama-sama membuktikan?”

Barasuihou mengatur kekuatannya untuk mengeluarkan Kristal maksimum.
MULAI!! HIHIHI

Seluruh aka-akar yang sudah menjadi satu dan sangat besar itu menghunus ke arah Barasuishou, sementara Barasuishou mendorong akar itu dengan kristalnya yang menghancurkan akar-akar mawar.sebuah ledakan terjadi.

“ Waktu untuk Alice Battle telah selesai. Para Rozen Maiden silahkan meninggalkan N-Field ini segera.”
kataku membuka sebuah spasial.

“ aku tak sabar ingin bertarung denganmu lagi.” Kata Barasuishou.

“ aku pula tak sabar ingin memakanmu. Tubuh yang bagus untuk tubuhku. Semoga. Hihi.”

Keduanya terserap dalam ruang spasial black hole.

Aku adalah Laplace. Ini adalah pertemuan antara Rozen Maiden. Baik asli maupun palsu adalah tak masalah. Yang paling penting kalau tidak maudibunuh, kau lah yang harus membunuh.

Sekian.

Kamu

Diarsipkan di bawah: Poems — mikeythebest @ 6:10 am

kamu
siapakah kamu? apakah kamu adalah kamu?
atau kamu adalah kau?
yang mana kamu?
yang mana kau?
apakah kamu adalah kau?

ih.. dia jijik ya
apakah itu kau?
wah, lu hebat yaa..
apakah itu kamu?
mengapa kamu begitu?
mengapa kau begitu?

kita kan temen..
apakah itu kamu?
ih, lu juga kalo gak guna, amit-amit deh gw mau temenan ama lo
apakah itu kau?
mengapa kau begitu?
apakah kamu manusia begitu?
apakah kau manusia begitu?

cinta kita selamanya
apakah itu kamu?
habis ini gua mau ke kos-kosan TTM gw
apakah itu kau?
mengapa kau begitu?

bagaimana dengan aku?
selama ada saya
pintu kegelapan ini terus terkunci
dengan rantai yang berkarat
aku tak mau menemuimu dan aku tak mau menemui kau
pergi kau
bawa sial.

Aku

Diarsipkan di bawah: Poems — mikeythebest @ 6:08 am

Kemarin
Aku bukan saya
Meskipun saya adalah aku
Tapi aku berusaha untuk aku

Akhirnya
Kutemukan untukku
Mungkin tidak untuk saya
Aku mencintainya

Cinta
Baru
Rantai
Kegelapan
Pisau
Telah hilang
Apa yang bisa diperbuat
Yang tak diketahui oleh saya
Sekian lama aku bersama
Sering aku tak mengerti
Perasaanku padamu

Perasaankukah? Kukahkaukah?
Ternyata aku makin cinTa
Janganlah benci
Janganlah dusta
Aku percaya
Aku tergila
Mungkin saya pendiam
Tapi aku terobsesi
Kuharap ada benang merah
Yang mengikat jari manis kita

Kaulah yang diberi Yang Mulia
Untukku selamanya

:)

Hitam dan Putih ~Interlude~

Diarsipkan di bawah: Poems — mikeythebest @ 6:07 am

Hitam dan Putih ~Interlude~

Aku adalah saya
Saya adalah aku
Tapi tidak lagi
Karena sekarang
Hitam adalah putih
Putih adalah hitam

Semua orang membutuhkan putih dalam hitam
Semua orang mempunyai hitam dalam putihnya
Sudah selesai segala topeng
Sudah musnah segala kulit

Putih suci hitam misteri
aku adalah hitam
Saya adalah putih
Maka sayaaku hitamputih

Dunia ini
Cinta dan nafsu
Tak terpisahkan
Nafsu melahirkan cinta
Cinta melahirkan nafsu
Di putih ada titik hitam
Di hitam ada titik putih
Itulah mengapa
Mereka selalu mengisi

Luapan Sore Hari

Diarsipkan di bawah: Love — mikeythebest @ 6:06 am

Luapan Sore Hari
From lyrics Ayumi Hamasaki-Sunset ~Love is All~
Written by Michael Vincent WHITE,Agustus,2009

Aku benci semua orang…

Kumohon, jangan katakan itu dihadapanku.
Angin sore hari berhembus dari laut di pantai, aku berjalan melewati butiran-butiran pasir yang menggelitik kedua kakiku. Memandang matahari yang terpendam. Aku memikirkan dia, dirinya seorang. Ombak laut berhembus menuju daratan dan kemudian pulang kembali, pulang dan pergi.

Hai. Hari ini ikut gak kelas?

Senyumnya.
Keramahannya.
Segalanya yang dipancarkan olehnya adalah sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Aku bersyukur aku dapat bertemu dengannya, ia seorang pria yang sudah dewasa, dan aku hanyalah seorang gadis biasa. Apakah aku pantas untuknya? Aku ingin sekali dengan semangat menyapanya, memeluknya, dan menciumnya. Aku ingin menyisir rambutnya yang suka sekali ia sisir ke sebelah kanan, aku ingin ia dengan tubuhnya yang langsing dan dengan otot perut yang keras memelukku di tengah angin sore di pantai ini. Senyumnya yang selalu menyimpan keramahan, dan kasih sayang, aku menyukai senyumnya.

Tetapi aku melihat, sebuah kesendirian, dan tangisan dalam hatinya. Dan tak pernah kau keluarkan. Aku dan dirinya, Lioz, jarang sekali bersua, namun aku merasa selalu ada hubungan batin antara aku dengan dirinya.

Tetapi aku tak bisa mendekat lebih dekat, karena ia menutup hatinya dengan senyumannya, aku tak bisa.

Orang yang kusuka? Orangnya dewasa, ramah, dan harus mandiri.

Sungguh sedih hatiku mendengarnya, karena aku bukanlah gadis yang seperti itu. aku adalah seorang gadis yang masih bertumpu pada keuangan orangtua, aku masih remaja, mungkin pikiranku hanya senang-senang, dan aku tidak mandiri. Sedangkan dirinya begitu mandiri, ia memiliki segalanya, kekayaan, ketampanan, sahabat, dan mungkin cinta. Aku dan dirinya bagaikan langit dan bumi yang sangat susah untuk diraih.

Tapi ingin sekali kunyanyikan padanya:

Datanglah padaku
Dekatlah pada diriku lebih dalam
Aku ingin sekali mengirimkan cintaku dengan suara yang lantang
Aku ingin masuk ke dalam hatimu

Aku bukan tipe orang yang akan mudah berbicara dan langsung mengatakan tunjukkanlah sifat aslimu kepadanya, ataupun hal lain yang sama dengan kata-kata itu, tetapi aku ingin menerima apa adanya. Aku ingin menerima senyum, aku ingin menerima keacuhan padaku, aku ingin menerima hati, aku ingin menerima kesedihannya, aku ingin sekali menerima standar orang yang ia cintai. Sungguh ingin, Lioz.
Kalau sekarang ini, aku meneriakkan dengan lantang kalau aku mencintainya di hadapan laut yang terus berdansa ini, apakah gema dansanya akan sampai ke telinganya? Aku ingin sekali bila bisa begitu, walaupun hanya terdengar seperti bisikan.

Aku nggak suka nerima kado, gak usah muluk-muluk, hahaha.

Baru saja kusadari kalau aku ingin melangkah lebih maju terhadapnya, tetapi ketika respon begitu, aku malah melarikan diri dan tidak pernah berbicara lagi dengannya. Aku bisa membayangkan apa yang sedang ia pikirkan tentang diriku. Mungkin biasa-biasa saja, dan mungkin ia benci padaku. Kalau aku mengatakan kalau aku tidak takut, aku berdusta. Pasti dusta. Tetapi aku siap menerima segalanya.

Dekatilah aku,
percayailah aku,
apakah kau bisa mendengar?
Dentuman jantungku yang berdebar dengan kencangnya, ketika kau menyentuhku?
Laut, kurasa aku telah selesai menyampaikan pesanku padanya, karena aku merasa pesanku sudah sampai dihatinya. Kita semua tidak sempurna, tapi karena ketidaksempurnaan itulah maka terdapat cinta.

Datanglah padaku
Dekatlah pada diriku lebih dalam
Aku ingin sekali mengirimkan cintaku dengan suara yang lantang
Aku ingin masuk ke dalam hatimu

Laut, inilah luapan hatiku disore hari.

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.