.: Myclestoria :.

Oktober 11, 2009

Luapan Sore Hari

Diarsipkan di bawah: Love — mikeythebest @ 6:06 am

Luapan Sore Hari
From lyrics Ayumi Hamasaki-Sunset ~Love is All~
Written by Michael Vincent WHITE,Agustus,2009

Aku benci semua orang…

Kumohon, jangan katakan itu dihadapanku.
Angin sore hari berhembus dari laut di pantai, aku berjalan melewati butiran-butiran pasir yang menggelitik kedua kakiku. Memandang matahari yang terpendam. Aku memikirkan dia, dirinya seorang. Ombak laut berhembus menuju daratan dan kemudian pulang kembali, pulang dan pergi.

Hai. Hari ini ikut gak kelas?

Senyumnya.
Keramahannya.
Segalanya yang dipancarkan olehnya adalah sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Aku bersyukur aku dapat bertemu dengannya, ia seorang pria yang sudah dewasa, dan aku hanyalah seorang gadis biasa. Apakah aku pantas untuknya? Aku ingin sekali dengan semangat menyapanya, memeluknya, dan menciumnya. Aku ingin menyisir rambutnya yang suka sekali ia sisir ke sebelah kanan, aku ingin ia dengan tubuhnya yang langsing dan dengan otot perut yang keras memelukku di tengah angin sore di pantai ini. Senyumnya yang selalu menyimpan keramahan, dan kasih sayang, aku menyukai senyumnya.

Tetapi aku melihat, sebuah kesendirian, dan tangisan dalam hatinya. Dan tak pernah kau keluarkan. Aku dan dirinya, Lioz, jarang sekali bersua, namun aku merasa selalu ada hubungan batin antara aku dengan dirinya.

Tetapi aku tak bisa mendekat lebih dekat, karena ia menutup hatinya dengan senyumannya, aku tak bisa.

Orang yang kusuka? Orangnya dewasa, ramah, dan harus mandiri.

Sungguh sedih hatiku mendengarnya, karena aku bukanlah gadis yang seperti itu. aku adalah seorang gadis yang masih bertumpu pada keuangan orangtua, aku masih remaja, mungkin pikiranku hanya senang-senang, dan aku tidak mandiri. Sedangkan dirinya begitu mandiri, ia memiliki segalanya, kekayaan, ketampanan, sahabat, dan mungkin cinta. Aku dan dirinya bagaikan langit dan bumi yang sangat susah untuk diraih.

Tapi ingin sekali kunyanyikan padanya:

Datanglah padaku
Dekatlah pada diriku lebih dalam
Aku ingin sekali mengirimkan cintaku dengan suara yang lantang
Aku ingin masuk ke dalam hatimu

Aku bukan tipe orang yang akan mudah berbicara dan langsung mengatakan tunjukkanlah sifat aslimu kepadanya, ataupun hal lain yang sama dengan kata-kata itu, tetapi aku ingin menerima apa adanya. Aku ingin menerima senyum, aku ingin menerima keacuhan padaku, aku ingin menerima hati, aku ingin menerima kesedihannya, aku ingin sekali menerima standar orang yang ia cintai. Sungguh ingin, Lioz.
Kalau sekarang ini, aku meneriakkan dengan lantang kalau aku mencintainya di hadapan laut yang terus berdansa ini, apakah gema dansanya akan sampai ke telinganya? Aku ingin sekali bila bisa begitu, walaupun hanya terdengar seperti bisikan.

Aku nggak suka nerima kado, gak usah muluk-muluk, hahaha.

Baru saja kusadari kalau aku ingin melangkah lebih maju terhadapnya, tetapi ketika respon begitu, aku malah melarikan diri dan tidak pernah berbicara lagi dengannya. Aku bisa membayangkan apa yang sedang ia pikirkan tentang diriku. Mungkin biasa-biasa saja, dan mungkin ia benci padaku. Kalau aku mengatakan kalau aku tidak takut, aku berdusta. Pasti dusta. Tetapi aku siap menerima segalanya.

Dekatilah aku,
percayailah aku,
apakah kau bisa mendengar?
Dentuman jantungku yang berdebar dengan kencangnya, ketika kau menyentuhku?
Laut, kurasa aku telah selesai menyampaikan pesanku padanya, karena aku merasa pesanku sudah sampai dihatinya. Kita semua tidak sempurna, tapi karena ketidaksempurnaan itulah maka terdapat cinta.

Datanglah padaku
Dekatlah pada diriku lebih dalam
Aku ingin sekali mengirimkan cintaku dengan suara yang lantang
Aku ingin masuk ke dalam hatimu

Laut, inilah luapan hatiku disore hari.

Eat You Up ~Keimi Version~

Diarsipkan di bawah: The Lust — mikeythebest @ 6:02 am

Eat You Up ~Keimi Version~
From song by BoA-Eat You Up-2009
Created by Michael Vincent BLACK-2009-August-15

Kedua bola mataku melihatmu.. yang berada dibawah rembulan oranye dengan kelap-kelip menghiasi langit yang hitam, dengan lampu-lampu besar dengan setinggi tiang listrik penuh dengan gemerlapan cahaya, dengan udara yang dingin tetapi menyetrum tubuhku dengan nafas anginnya.
Tetesan keringatmu turun dari tubuhmu yang sedang terbang memasukkan bola basket ke dalam ring, aku melihatnya dengan perlahan-lahan, memasukkan bola basket itu dengan tanganmu yang berotot dan wajahmu yang dibasahi oleh keringat yang menakjubkan,bak air mata pegunungan yang sangat jernih dan sangat lezat untuk diteguk.

Ketika pertama kali aku melihatmu, aku sudah tau ada sesuatu yang nggak beres bergejolak didalam diriku, Edo Cho,kamu adalah salah satu lelaki terlezat yang melegenda, sekarang ini, dadaku bergejolak dengan sangat tegang, irama tubuhku melunglai, lidahku mencair, tanpa bergerak, tubuh ini pun mulai berkeringat. Sekarang ini pula kutakbisa jelaskan apa yang terjadi didalam diriku, terlalu rumit untuk disebutkan, tetapi terlalu nikmat untuk dirasai.

Sebuah tubuhmu itu berhasil meningkatkan nafsu santapku, nafsu santap yang bermakna ganda dan tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.

Oh.

Jangan menatap mataku dengan matamu yang setajam pisau pembunuh bayaran yang serasa bagaikan aroma keju lumer tajam yang melumeri setiap inci dan sela-sela fettucini. Tetapi kau malah mendekat, berjalan perlahan-lahan memancingku dengan tubuhmu yang gagah tegap dan perkasa, ditutupi dengan baju tanpa lengan berwarna hitam, yang sudah basah karena disiram keringatmu yang bagaikan susu strawberry manis ,dan mencetak tubuhmu bagaikan coklat susu yang kelihatannya lumer tetapi renyah untuk digigit.

Boy, janganlah mendekat ke sini.

Jika kau terus menantangku dengan menatap tajam, dan terus mendekat, aku tidak mempunyai jaminan kalau kita akan berakhir dengan damai. Karena apa yang sedang ingin kulakukan terhadapmu sekarang terasa aneh dan itu sangat menakutkan diriku.

Karena malam ini,

Aku telah berubah menjadi semacam iblis nakal dimalam hari. Putik susuku sudah mengeras dengan sangat kencang, dan kewanitaanku bergetar dengan nikmatnya, Edo Cho.
Kau begitu nikmat, sampai-sampai ingin kunikmati dirimu. Sampai-sampai aku bisa memakanmu hidup-hidup.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Oh tidak. Aku tak bisa menghentikan pikiran mesumku ini, dan kumohon, jangan tersenyum nakal padaku seakan-akan kau akan menawarkan diskon baju mahal bermerek Sembilan puluh Sembilan persen. Kuperingatkan, bila kau terus mendekat seperti itu, berarti kau pula yang sengaja memintaku untuk merasakan tubuhmu.

Aku butuh cinta. Aku butuh cintamu.

Terlalu banyak cinta sampai-sampai aku menginginkan dengan sangat sentuhanmu.

Sekarang ini, aku lebih parah daripada om-om mesum tak beres yang kautemukan di kalijodoh, aku lebih buas daripada singa betina, aku lebih nakal dari para pelacur jalanan, dan aku lebih jago daripada pelacur bayaran profesional, kaulah, Edo Cho, kaulah yang berhasil membuatku seperti jalang.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Setelah ini, ciumlah aku, dekaplah aku dengan bibirmu, minumlah aku dengan lidahmu, mainkan leherku, dadaku, lingkar pinggangku, kewanitaanku dengan lidahmu, dibawah rembulan ini.

Oh. Ingin sekali kubawa kau ke kamarku.

Karena aku akan memakanmu.

Ingin kubawa ke kamarku.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.

Karena aku rasa aku jatuh cinta padamu.

Gemerlap Birahi

Diarsipkan di bawah: The Lust — mikeythebest @ 5:57 am

Gemerlap Birahi
Diinspirasikan dari lagu Kumi Koda-Physical Thing-2009
Ditulis fiksi dari lagu tersebut oleh Michael Vincent BLACK-2009-September.

Aku jenuh, berada di sebuah tempat gelap, penuh dengan gemerlapan ini, lampu-lampu bulat hitam besar itu memiliki lubang-lubang bulat cahaya kelap-kelip berwarna pelangi dan menerangi ruang yang dingin hitam gelap, dengan tergenggam sebuah gelas kaca kubus berisikan Jack Daniels yang sedikit. Banyak orang gemerlapan menikmati dentuman sensual, banyak iblis berkeliaran.

Di sela kejenuhan yang menyesakkan, kulihat dengan samar-samar seorang yang berbeda, dengan buah dada besar permukaan mengkilap seperti dilapisi minyak yang terbungkus dengan gaun bermotif abu-abu metalik polos. Berkulit coklat latin, wanita yang memukau ini berjalan dengan dentuman hak tingginya yang bisa kubayangkan betapa indah lekuk kakinya dibalut dengan hak tingginya berwarna hitam. Wanita itu berjalan semakin mendekat, menatapku selama dua detik dengan tatapan yang penuh dengan labirin dan keangkuhan yang memikat. Bibirnya yang mengkilap, tanpa lipstick. Matanya yang diberi dengan eye shadow hitam, dengan bulu mata yang cukup lebat, berparas angkuh elegan, cantik yang unik dan klasik.

Ia mengibas rambutnya dengan tidak sengaja ketika ia duduk tepat disebelahku, dan memesan margarita dengan cherry diatas menjepit mulut gelas seperti mangkuk itu. Kemudian menatapku dan tersenyum menantang. Aku memberanikan diriku mendekat dirinya yang diselimuti ego yang tinggi.

“ Tak kusangka ada yang membuat jenuhku hilang disini.” sapaku.

Ia hanya memandangku dengan senyumnya yang penuh makna, mengambil cherry itu dari mulut gelasnya, menyeruput margarita dengan perlahan-lahan, menyentuh tali cherry itu sambil memutar-mutarnya.

“ fuh. Aku juga jenuh. Makanya aku datang ke sini.” Sapanya dengan nada yang seksi dan menggetarkan seisi kepalaku.

“ aku tertarik padamu.”

“ kumohon. Jangan lebai. Aku pula tertarik padamu. Tapi..”

“ tapi…?”

“ aku tak ingin cinta.”

Aku semakin memerhatikannya dengan cermat, aku menggulung lengan kemeja hitamku, dan semakin mendekatkan tubuhku pada dirinya.

“ sungguh aneh aku mendengar dari mulut seorang wanita yang bilang ia tak ingin cinta.”

“ itu karena aku tau ini bukan cinta.”

“ pernyataan yang bagus, lady.”

Ia memandangku, kembali tersenyum memiliki makna yang aneh, menggoda dan menggetarkan logika. Tak menjauh dari tubuhku. Cherry yang ia mainkan berhenti dari putaran jarinya yang diberi kutek merah pekat. Kemudian dengan jarinya itu ia membelai bibirku dengan cherry yang dimainkannya.

“ kau tau sesuatu yang berhubungan dengan badan. Seperti menagih. Seperti ekstasi?”

Aku berusaha mencari kata yang tepat untuk mengisi pertanyaannya.

“ tapi aku tak tertarik bila kau sudah dimiliki. Apa kau sudah dimiliki? Jujur. Kalau kau belum termiliki, habiskan buah terlarang ini, manusia berjenis Adam.” Jawabnya dengan mendekatkan wajahnya yang begitu memukau memandang mataku dengan kristal yang indah dimatanya, dibiaskan oleh cahaya warna-warni.

“ birahi?” kubuka mulutku dan menelan dengan pelan cherry yang asam itu ke dalam mulutku. Ia tertawa kecil dan kembali menyeruput margarita.

“ tak usah berlaga polos seperti itu. Aku tau kau juga mau. Tak usah kau menggigit cherry itu seperti menggigit kukumu.”

Aku menelan cherry itu dengan gugup. Tak kusangka egonya begitu puncak, dan penuh dengan tantangan yang menjebak. Tetapi aku tak menyerah begitu saja, aku membelai wajahnya.

“ ya. Aku juga mau. Kau lihat aku menarik, aku melihatmu menarik. Begitu simpel. Begitu praktis.”

“ kau tau aku mau lebih dari sebuah gombalan sampah. Jadilah lelaki dan puaskan aku.”
Aku menyentuh tangannya dan membawanya ke dalam ruang yang sepi dan terpencil dan didalam ruang yang terkunci itu, aku menghempaskan dirinya ke dinding yang bercorak kotak kotak hitam putih seperti papan catur.

“ aku peringatkan kau. Berani kau dustakan aku bila kau sudah dimiliki. Aku bersumpah akan membunuhmu setelah ini.”

Aku tersenyum dengan jahat. Aku tak bisa berpikir. Dan kukatakan padanya dengan jujur kalau aku lagi kosong. Kumulai menyentuh bibirnya yang basah dan kurasakan selaput bibirnya yang menempel dengan selaput bibirku perlahan-lahan, mendalami bibirnya dan seisi mulutnya dengan mulutku. Kemudian aku membelai lehernya dengan bibirku.

Desahannya begitu mempesona, begitu seksi, begitu indah. Ia meremas otot punggungku.

“ namamu siapa, manusia ber-ras Eve?” jawabku membelai lehernya dengan mulutku dari atas letak kerongkongan sampai ke tengah belah dadanya dengan kering.

“ tak wajar seorang lelaki yang akan mendalamiku tanpa cinta menanyakan nama.”

“ aku tentu berbeda dengan bajingan-bajingan yang membuatmu jijik.” Godaku membelai kewanitaannya yang melumas dengan belaian jariku.

“ semua lelaki itu bajingan. Kau beruntung hari ini aku sedang sial.”
Aku tertawa. “ bajingan beruntung ini diberi nama Krein.”

“ Sicaya.” Ia melepaskan kemejaku dengan matanya yang penuh dengan hipnotis, dan membelai rambutku yang hitam berponi ke samping, pendek. Ia tampaknya takjub melihat tubuhku yang cukup bisa kubayangkan untuk memeluknya dengan keras dan berisi.

“ nama yang indah.” Pujiku mencium pipinya.

“ teruslah menyampahkan gombal dari bibirmu yang membius itu, Krein.”

“ aku akan terus menyampahkan sampai bisa merebut dirimu sepenuhnya.”

“ fuh. Itu tergantung seberapa jantan dirimu sebagai seorang pria.”

Aku semakin tertantang dan dengan lugasnya aku membuka pahanya dan menjepitkan sebelah pahanya mendekap kejantananku. Dan kudalami lidahku ke dalam mulutnya yang mulai mendesahkan nafas yang menggoda dan menggelora. Kubuka resleting gaunnya dari untaian yang berada dipundaknya, dan sebelah tangan kiriku melepas celana dalamnya. Ia pun tak membuatku sadar kalau kejantananku sudah bebas dari celana jeansku.

Aku mengalaskan lantai marmer itu dengan bajuku, dan menggendongnya sampai ke bawah dan menindihnya. Dan kulumeri bibirnya dengan bibirku dan kami mulai menyatu.

“ Puasi aku.. Krein.. ah.. ah..”

Gerakan yang simpel dan mudah. Goyang maju dan mundur, dan mengepit. Keringat bercucuran membasahi kedua badan, pelan pelan tetapi pasti. Seperti sebuah irama yang menakjubkan ditaburi dengan gemerlap birahi.

Aku memeluknya dan terus melanjutkan birahi tanpa henti ini. Bibirnya terus mendesah dua huruf alami penuh dengan godaan dan tantangan yang nikmat. Desahannya yang menggemakan namaku membuatku terus terjerumus dalam kenikmatan penuh kontroversi. Sesuatu yang tabu.

“Sicaya..”

Aku mendengar desahan sayu membisikkan telingaku dengan seksi..

“ Krein.. aku.. aku.. sudah mau..”

aku tersenyum memandang wajahnya, memelankan lajuanku, dan menciumnya dengan pelan.

“ Jangan egois dong, aku juga ikut.”

Aku terus menggelorakan badannya dan semakin lama akhirnya, kedua bibir secara refleks mendesah dan mengerang panjang bersamaan dalam satu ritme.

.:—:.
“ Sial. Kau begitu nikmat.” Jawabnya memalingkan wajahnya dari tatapanku yang terus tersenyum memeluknya yang begitu elok dan indah, dan lucu.

“ kamu juga. Begitu memukau di hati.”

“ teruslah menyampah gombalmu. Semakin lama semakin seperti perhiasan asli.” Senyumnya sambil pura-pura tidak tertarik. Wanita dengan ego yang tinggi.

“ Kau juga belum termiliki kan, Sicaya?” tanyaku sambil mengembalikan logikaku.

“ aku bukan murahan. Aku tak akan melakukan dengan pria lain kalau aku sudah termiliki. Yah. Walaupun sekarang ini aku seperti pelacur.” Jawabnya dengan polos dan aku tertawa kencang.
Kemudian aku menciumnya dengan lembut, membelai kembali lehernya yang manis dan menyebar sampai terhenti di telinga kanannya dan membisikkan sesuatu,

“ sekali lagi yuk?”

Tamat.

.:—:.
slapstick

“ sekali lagi yuk?”

“ aku udah bosen dengan kontrasepsi. Kalo mau lagi sana vasektomi dulu.”

.:—:.

Langit Merah Dalam

Diarsipkan di bawah: Love — mikeythebest @ 5:54 am

Langit Merah Dalam
Diinspirasikan oleh lagu Shimatani Hitomi-Shinku
Ditulis fiksi oleh Michael Vincent White-Oktober-2009

Kututup mataku seperti sedang berdoa
Sehingga keinginan ini sampai dengan tepat di hatimu…

Lesmik membuka situs favorit para remaja zaman sekarang, Facebook. Ia memandang segala status updates yang diketik banyak manusia di setiap detik waktunya mereka menjalani kehidupan mereka.

Lalu perempuan remaja berkacamata itu menghentikan putaran mouse yang sedang asyik berputar di tangannya.

Gared Tjones: on the way to Puerto Rico

Lesmik tersentak memandang nama tersebut. Debaran hatinya mengguncang,tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya karena selama ini ia sedang jatuh cinta dengan pria yang begitu menawan dan dewasa ini.

11 Oktober, Starbucks Senayan City.

” Ko Gared…”
” Hum?”
” Ko Gared mau rencana ke mana?”
” Oh.. Haha.. Liburan ini saya mau ke Amerika”
” Oh.. Asyik dong..”
” Hahaha iya…”

Seperti langit merah yang penuh dengan bara api. Aku mencari kekuatan untuk percaya bahwa suatu saat nanti…
Hati kita berdua akan melumer bersama dan alasanku untuk melanjutkan hidup diam-diam berubah

Lesmik menangis. Tidak ada namanya di-tag didalam foto. Ia melihat pantai yang sangat indah. Betapa menyenangkannya berada di pantai itu. Apalagi bersama Gared Tjones. Teman-temannya di-tag tetapi hanya Lesmik sendiri yang tidak di-tag. Mungkin menurut Gared, Lesmik hanyalah seorang manusia biasa di hadapan matanya. Lesmik menangis. Tangisan ini mirip sekali dengan tangisannya pertama kali ketika melihat pria yang diidamkannya begitu akrab dengan wanita lain.

Lesmik hanyalah seorang perempuan biasa. Gadis remaja yang masih mungkin kekanak-kanakan. Masih bergantung kepada ekonomi keluarga. Dan kriteria ini sama sekali bertolak belakang dengan Edgar Tjones yang menginginkan wanita yang sempurna dan mandiri dan sederajat dengan dirinya.

Sesaat Lesmik membuka kacamatanya dan mengadahkan air matanya yang berlinang ke arah langit yang dicat dengan merah ke oranyean dengan bulatan oranye cahaya matahari yang terselubungi awan.

Api merah dalam telah bangkit di langit adalah sebuah tanda aku masih disini. Aku akan menjadi bunga dan bernyanyi sehingga suatu saat kau akan memetikku dan memelukku

” Les.. Thank you banget ya..”
” Loh kenapa kok thank you?”
” Kadonya bagus banget. Kamu kreatif banget.”

Lesmik tersenyum ketika mengiang-ngiang suara itu. Itu adalah momen terindah dalam hidupnya. Suara itu masih terdengar sayu-sayu.

Ia mengadah ke langit yang berwarna merah dalam dan dalam hatinya berbisik,

Walaupun dunia telah diselimuti kegelapan.. Suaramu adalah masa depanku.. Sampai kapanpun..

Februari 26, 2009

Kuma

Diarsipkan di bawah: Love — Tag:, , — mikeythebest @ 12:29 pm

Kuma

Cerita pendek oleh Michael Vincent-2009-Februari_

 

                “ Bye.. Bye-Bye… lalalala Bye..”

Itu yang kuucapkan padamu ketika kita bubaran, basi kan aku? Tapi sampai sekarang kamu masih beruang coklatku yang selalu kurindukan. Kamu tahu kenapa?

Tak ada yang menggantikan nyolotnya kamu sekarang ini, kenapa aku jadi butuh kamu sih? Aku tuh kayak butuh cinta… cinta yang tak terselesaikan dahulu, kenapa kamu tidak berinisiatif mau balik ama aku sih, beruang coklatku?

Kamu namanya kuma. Kuma itu kuambil dari negara Asia yang dulu pernah menjajah Indonesia, dan negara yang hebat itu sekarang juga lagi krisis ekonomi. Sama kayak aku. Aku juga krisis.

                                                                Krisis cinta.

Biasa tuh ya, pipi kamu kupencet-pencet, tusuk-tusuk, bibir kamu yang merah coklat manis pun menggelora dalam kenangan di otakku. Kuma, kamu sekarang jadi nyolot ya, aku benci deh ama kamu. Kamu sombong, mentang-mentang putus terus sok jaim gitu, padahal dulu disiksa juga mau, ih sebel deh aku ama nyolotnya kamu itu. Yang namanya kuma itu ya manja banget, selalu minta dibelai-belai kepalanya.  Kita juga selalu abisin duit yang nggak-nggak nonton film-film romantis yang harganya udah gak tau berapa juta (lebai juga ya). Udah berapa trilyun sms yang terbuang sia-sia ama gombalan kamu yang sok cute dan polos itu.

Waktu Valentine, coklat yang kita petekin dan makan bareng lewat mulut juga masih terkenang di hatiku. Aku tahu kamu sekarang jomblo. Ngaku deh. Kamu butuh cinta kan?

Aku juga butuh cinta, kuma.

                “ bye.. Bye-Bye.. lalalla.. Bye..”

Betapa tololnya aku ketika mengucapkan hal itu, akibatnya kamu jadi nyolot gini, katanya janji kita tinggal bareng nantinya, bukan kumpul kebo sih.. tapi kan aku jadi kangen ama aroma kamu. Kamu yang dulu masih imut, lucu, gampang keinjek. Sekarang nyolotnya ih amit-amit jabang bayi deh. Kamu tahu gak, sekarang ini, aku lagi abisin bir di ulang tahunku…

Walaupun banyak orang… tapi disini terasa sepi…

Aku sendirian.. di malam sepi ini…

Biasanya kamu selalu sok jentel peluk-peluk aku, padahal cari kesempatan…

Tapi aku sebenarnya suka sih.. aku seneng sih dipeluk kamu..

Tapi yang sekarang ini cumin ditemenin ama bir yang udah mau abis..

Banyak yang bilang kalo mantan itu tetep jadi mantan selamanya… tapi aku tetep percaya kok.. kamu bakal balik cinta ama kamu.. soalnya aku tuh ya.. udah doa ama peletin kamu hik.. hik..

Waduh mau muntah nih.. kebanyakan nih  birnya.. berapa ya…. Hik.. empat..lima..?

Kuma… aku nangis nih.. dateng dong… hik..

Aku kangen kamu.. aku butuh cinta.. aku butuh kamu… aku butuh kamu.. Kuma..

Maafin aku Kuma… kalo kata-kata ku kasar… Kuma…

Ku..Ma…

Januari 19, 2009

360

Diarsipkan di bawah: Love — Tag:, — mikeythebest @ 11:43 am

360®

Original Lyrics Sung by Ai Otsuka-360®-2008

Original Fiction by Michael Vincent-2009

 

Biang lala.. Merry Go Round..

Aku benci.. aku benci.. aku benci dengan cinta yang tak berguna ini..

Aku benci kamu.. aku benci cinta ini..

Tapi aku cinta kamu.. dan cinta cinta ini..

Dan selalu berputar-putar. Nyerah deh aku.

Cinta yang mellow..

Kenapa sih? Kamu yang sekarang ini belagu banget? Tiap hari aku cariin kamu, mikirin kamu, rindu kamu, kangen kamu, cinta kamu, kamu pengen kumatiin sekarang. Kacamatamu telah kau lepas, kau menggunakan softlense yang bening, dan kau menjadi tambah tampan

Aku benci kamu tambah tampan

Tapi aku tambah cinta kamu tambah tampan

Biang lala.. Merry Go Round..

Aku benci.. aku benci.. aku benci.. aku benci dengan cinta yang tak jelas in..

Aku benci kamu.. aku benci cinta ini..

Tapi aku cinta kamu.. dan cinta cinta ini..

Selalu berputar-putar, cape deh..

Aku selalu terjebak dalam labirin cinta ini..

Kamu dulu yang kolot dan tolol, mata yang dulu ramah, sekarang jadi cowok keren yang dikelilingi cewek-cewek gak jelas, mata yang tajam, gaya rambut yang indah.

AKU BENCI
AKU BENCI
tapi AKU CINTA..

Cinta yang mellow ini..

Biang lala, Merry Go Round..

Kita selalu berputar, menyukai, mencumbui, mencintai

Bibirmu yang seksi..

Badanmu yang tinggi dan besar..

Aku benci..

Aku benci..

Aku benci meninggalkanmu

Aku benci ditinggalkanmu,

Aku cinta..

Aku cinta kamu..

Biang lala.. Merry Go Round..

Aku benci kamu.. tapi aku cinta kamu..

Selalu berputar-putar..

Di dalam labirin cinta..

Aku benci lagamu. Aku benci ngeliat kamu. Pengen kucekek lehermu.

Tapi aku cinta ama kamu..

Biang lala.. Merry Go Round..

Biang lala.. Merry Go Round..

Aku benci kamu.. aku cinta kamu..

November 2, 2008

Tidak Sendirian

Diarsipkan di bawah: Love — mikeythebest @ 10:52 am

Tidak Sendirian

Original Lyrics and Songs by Alan-Hitotsu

Original Fiction by Michael Vincent

 

 

Bukan hanya sekali…

Aku hidup di dunia ini, bukan hanya sekali. Tetapi berkali-kali dan tidak bisa dihitung dengan jemari tanganku. Bertemu dengan sahabatku, bertemu dengan orangtuaku, bertemu dengan musuhku, dan bertemu denganmu.

Aku merasakannya, ketika pertama kali kita bertemu, ketika pertama kali melihat dirimu di dunia maya, dan dunia nyata, aku merasa adanya sebuah roda takdir yang mempertemukan kita…

            Memang, aku tak punya bukti logis…

Memang, aku sama sekali tak mempunyai ingatan,

Tetapi… aku merasakan hangatnya dunia ini,

Kesedihan, kegembiraan, keputus-asaan, semangat, dendam, keharuan,

Dan pula, aku dilindungi oleh banyak sekali keajaiban dan pemberkatan,

Salah satunya adalah dirimu…

            Jam 2 malam,

Aku menulis ini untukmu, berharap agar masa lampau tetap berjalan dengan baik sampai sekarang, ketika masa lampau itu kembali berada di hadapan cermin yang sedang kulihat. Aku melihat diriku, bersama dirimu, dalam kegembiraan.

Entah dimana salahku, masa sekarang adalah hasil yang berbeda dengan masa lampau.Saat ini aku berpikir, daripada dicintai, lebih baik aku memberanikan diriku untuk mencintai.

            Ketika berpikir seperti itu, aku telah berjanji pada diriku sendiri, untuk mencintai seseorang, aku harus mencintai diriku sendiri.

Dan sekarang ini, aku, sedang berada dalam cinta,

Aku tidak akan sendirian, untuk selamanya,

Karena kau tau,

Kita sedang bersatu.

            Kesedihanmu, Keangkuhanmu, Kekecewaanmu padaku adalah salahku di masa lalu. Di masa sekarang ini, aku menyentuh cermin dan berkata,” bagaimana caranya agar kami kembali di masa lalu?”

Tapi aku, tidak bisa menjawab apa-apa.

Kesedihanmu, Keangkuhanmu, Kekecewaanmu padaku adalah salahku di masa lalu.

Dan itu semua membuatku hatiku panas, panas oleh api.

            Ketika berpikir seperti itu, aku telah berjanji pada diriku sendiri, untuk mencintai seseorang, aku harus mencintai diriku sendiri.

Dan sekarang ini, aku, sedang berada dalam cinta,

Aku tidak akan sendirian, untuk selamanya,

Karena kau tau,

Kita sedang bersatu.

Ketika kau bermain piano dan kita bernyanyi bersama,

Di langit yang hitam itu, kita sama-sama melihat bintang-bintang yang berkelip menghiasi langit yang hitam itu.

Dan di masa sekarang ini, kita dipertemukan kembali,

Karena itu, ayo kita bersama mencari alasan mengapa kita hidup kembali di dunia ini…

Buah Terlarang

Diarsipkan di bawah: The Lust — mikeythebest @ 10:49 am

Buah Terlarang

Original Short Story by Michael Vincent-2008 October 29th

 

Shizuka… Shizuka..

Aku ingin merasakan tubuhmu, Shizuka, mari kita menikmati kenikmatan ini bersama, aku ingin merasakan tubuhmu, aku ingin memasukimu, aku ingin kita menjadi satu…

Shizuka, kau begitu nakal, karenamu lah, aku begitu pasrah terhadapmu,Shizuka,

Aku menginginkanmu, Shizuka.. Oh, Shizuka..

 

Aku berada di depan kaca. Terngiang-ngiang akan perkataan yang dikeluarkan oleh mulut  pria itu. Rambutku kugerai kiri dan kanan melepas pita yang mengikat rambutku yang sampai seleher. Aku memandangi cermin yang besar itu, dan berkata

“ Oh diriku, apa yang harus kulakukan… apa aku harus melakukannya?”

 

Ketika aku menanyakan hal itu, bayangan cermin wajahku berkata,

 

“ Shizuka sayang, kita sebagai seorang manusia, tak bisa melawan hawa nafsu…”

 

Aku terus memperhatikan diriku berkata, wajahnya tidak sepolos aku yang sedang melamun karena dilemma, ia tersenyum nakal dengan pandangannya yang menggoda, seperti wanita malam, katanya,

 

“ Shizuka, bukankah kita yang memulainya, yang berawal dari sebuah ketidaksengajaan yang kita sebut sebagai keisengan…”

 

Keisengan.. kah..

 

“ Benar, awalnya, kita hanyalah gadis polos yang penasaran apa yang dinamakan berzinah melalui dunia maya, hanya dengan kata-kata saja, Shizuka.. hanya dengan kata-kata.”

Ya.. aku berzinah melalui kata-kata dengan pria itu, aku mengundangnya untuk menyentuh tubuhku, dadaku, bibirku, liang kewanitaanku, hanya menggunakan kata-kata. Tapi apa salahnya hanya menggunakan kata-kata?

Diriku tak hanya seorang, tetapi ada seseorang yang sedih dan memeluk pundakku dari belakang

 

“ Shizuka, jangan lakukan lebih dari ini, jika kita lakukan lebih dari ini, keperawanan

kita akan..”

 

“ Shizuka!!”

 

bibirku tersentuh oleh jemari kuku berkutek merah pekat,

 

“ Shizuka,  sebagai gadis remaja, mana bisa kita menahan gejolak muda yang membara ini…”

 

“ Jangan Shizuka, jangan dengarkan perkataannya, perzinahan dilarang oleh Tuhan dan dilarang oleh dunia ini.”

 

“ Perkataan yang bodoh, perzinahan bagian mana yang dilarang di dunia ini? Banyak sekali seks bebas, banyak sekali perselingkuhan, jangan munafik, Shizuka, kau tau kita menginginkannya.”

 

“ Shizuka, jangan mendengarkan perkataannya, keperawanan adalah untuk orang yang kita cintai dan untuk setelah menikah.”

           

Be.. benar.. untuk menikah.

 

“ Hahaahahahahahahhahaha, betapa munafiknya dirimu, Shizuka, kau tau apa sesungguhnya menikah di hadapan para lelaki? Menikah yang sesungguhnya adalah pemaksaan. Pemaksaan karena mereka para pria telah memperawani kita para wanita. Dan tujuan kedua mereka mau menikah adalah supaya kita dibodohi, kita dikekang, kita diberi beban yaitu anak.”

 

“ Tidak semua orang seperti itu, Shizuka.. kalau kita mau mencarinya… pasti akan kita temukan..”

 

“ hentikanlah, Shizuka, untuk apa kau berpikir seperti itu… jelas-jelas kau menyukainya, jelas-jelas hanya dengan kata-kata, kau dibuai olehnya, kita dibuai olehnya, kita jatuh dalam godaannya,

Seperti Hawa yang menerima buah terlarang, lalu menggoda Adam untuk memakan buah terlarang.”

 

“ Shizuka, pria itu sudah memiliki kekasih, dan kau hanya sekedar pelampiasan nafsunya, lagipula kau harus bertahan, Shizuka, kita masih muda, masih banyak manusia yang akan kita temui.”

 

“ Bodoh, Shizuka, kau pun sudah tahu, kalau pria itu sudah mempunyai kekasih, tetapi kita masih tergoda olehnya, anggap saja ini pengalaman pertama yang mengesankan untukmu, hal ini tidak terjadi dua kali, Shizuka sayang, huhuhu…”

 

….. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan..

Ah.. selularku berdering,

Pria itu…. Meneleponku…

September 15, 2008

Bel Kebahagiaan

Diarsipkan di bawah: Love — mikeythebest @ 12:19 pm

 

NB: Tulisan ini diperuntukkan untuk sahabat saya yang tercinta, Shelyna Vialli yang sedang berulang tahun ke-16, selamat ulang tahun ya, Shel, semoga persahabatan kita selalu abadi ^^

 

 

Bel Kebahagiaan

Original Lyrics and Songs by Alan-Shiawase no Kane

Original fiction by Michael Vincent-September 2008

 

            Hari ini..

Pukul sepuluh waktu Indonesia Barat, cuaca mendung, dan kemudian turunlah hujan.

Hujan yang deras mengalir dibawa angin sejuk yang kencang.

Angin itu pun memelukku dengan erat dan sejuk.

Aku berada di depan, melihat rumah-rumah dan lautan yang luas dirintiki oleh rintik hujan yang menujam dari langit, sambil membiarkan tubuhku dipeluk oleh angin yang sejuk, membiarkan hidungku mencium wangi hujan, membiarkan jariku menyentuh kulit air yang tumpah dalam pori-pori jemariku.

           

Hujan turun dan tanah pun meresapnya.

Warna hujan yang turun transparan..

Tanpa warna kedamaian

Tanpa warna kesedihan

Transparan.. hanya transparan.

           

Malam akan datang, dan pagi akan menghilang entah kemana,

Janjiku, dan janjimu, dan janji kalian, akan ditemukan,

Akan.. ditemukan..

 

Suara bel.. aku mendengarnya, suara kecringan yang nyaring menggetarkan udara ditengah hujan,

Bel kebahagiaan

Aku, kamu, kalian.

Bertemu dengan aku,

Bertemu denganmu,

Bertemu dengan kalian,

Adalah takdir, tidak perlu disesali, karena kita diharuskan untuk bertemu.

Kau mencintaiku,

Aku pernah mencintaimu, dan masih mencintaimu,

Tidak perlu menyesal,

Kau, aku, dan kalian,

Tidak perlu menyesal dan tidak perlu mengucapkan selamat tinggal,

Sama sekali tidak perlu.

 

Hujan turun dan tanah pun meresapnya.

Warna hujan yang turun transparan..

Tanpa warna kedamaian

Tanpa warna kesedihan

Transparan.. hanya transparan.

 

Aku mendengarnya, bel kebahagiaan,

Kalau aku dan kamu,

Kalau kalian,

Kembali saling menggenggam tangan bersama,

Kita semua akan mendengarnya,

Betapa bahagianya kita,

Karena kecringan bel kebahagiaan itu.

 

Aku mendengarnya, bel kebahagiaan,

Aku berdoa untuk kamu dan kalian,

Untuk senyummu yang begitu indah yang mempesona,

Yang belum terlihat

Yang belum terlihat

 

Aku mendengarnya, bel kebahagiaan,

Pagi yang indah akan kembali datang,

Sehingga semuanya akan mendengarnya

Bel kebahagiaan

Semua akan mendengarnya.

 

Agustus 2, 2008

Butiran Salju

Diarsipkan di bawah: Love — mikeythebest @ 12:05 am

Butiran Salju
Original Lyrics and Songs by Shimatani Hitomi-Kona Yuki
Original Fiction by Michael Vincent-August 2008

Salju telah turun…
di sebuah kota yang indah berkilap dengan butiran kristal yang turun dari langit..
Terdengar sebuah kecringan sepeda, dimana sepeda tersebut sedang dinaiki oleh seorang pria,
dan aku, sang kekasihnya berada di belakang, memeluk tubuhnya yang kurus tetapi hangat.
Rambut lurus hitam ku menari oleh dentuman dan belaian angin salju yang begitu dingin..
 Tiba-tiba ia menengok ke arahku,
” WOI, KITA MAU MAU NYAMPE TIKUNGAN, PEGANG KENCENGAN KALO GAK MAU NYENGSONG!!”
serunya dengan nada yang kasar, tetapi ketika mengucapkan hal itu, pipinya merona merah.
Begitu polos dirinya, aku senang. Aku senang sekali.
aku pun membalas dengan semangat,” IYA!! IYA!!” sambil mempererat pelukanku ke dalam kehangatan tubuhnya.
Sambil berjalan, aku berharap
biarkan waktu berhenti seperti ini saja sampai salju mencair dalam kehangatan ini..
Cinta turun bersama salju,
dan kta pun berkilau dengan warna perak…
Sebelum menaiki sepeda ini, kami pergi ke tempat favorit kami, kami berdua mengunjungi toko Anime* dan saling berbagi hal-hal yang kami sukai..
” UDAH BELI HENTAI* YANG BARU,BELOM?”
” YANG INI BELOM, GUA LIAT DI INTERNET BAGUS BANGET!!”
Sampai-sampai petugas toko pun melihat kami dengan ekspresi yang penuh dengan berbagai pertanyaan dan keanehan,
tetapi aku senang, sampai-sampai kami berdua tertawa melihat petugas tokonya mendongakan mulutnya lebar.
 Rambutnya yang pendek klasik dengan kacamatanya yang seperti orang tolol ataupun polos, itu memandang jalan sambil mengendarai sepedanya
membonceng diriku.
Aku senang sekali.
Aku tak ingin cinta ini berakhir…
Akhirnya sampai pula kami pada sebuah rumah yang kecil merupakan tempat tinggal kami..
ketika memasuki rumah tersebut.. angin salju yang menerpa badanku membuatku sesak dan merasa dingin sekali..
Jendela di kamar masih terbuka lebar.. pipiku yang putih menjadi lebih pucat lagi karena anginnya begitu dingin..
Ia melihat diriku yang sedang melamun membiarkan diriku diterpa angin langsung berseru.
” TUTUP JENDELANYA!! NANTI MASUK ANGIN, BEGO!! AYO CEPET MASUK!!”
” GAK MAU!!”
” Ke.. Kenapa?”
” Abis lu jutek banget!!”
Ia membanting kacamatanya ke bantal dan segera menghampiri dan memelukku dengan erat, setelah beberapa saat kemudian,
ia menatapku dengan penuh keseriusan..
matanya bebas dari kacamata..
mata itu menenggelamku..
” Gua gak biarin lu kayak orang gila liatin salju!!”
” Terus maunya apa?”
Ia tersenyum, senyumnya sangat polos dan jahil..
” Kita makan mie yok di futon*..”
aku yang sudah terlena akan dirinya tanpa sadar langsung terjerat olehnya,
kami menyantap mie instan yang diseduhnya, selesai menyantap terasa enak, tetapi badan masih terasa dingin..
” Lu kenapa, masih dingin?” tanyanya..
” Ya.. kayaknya mau sakit..”
mendengar hal itu Ia langsung menggendongku ke ranjang, aku teriak-teriak karena malu digendong olehnya.
 Ia menidurkan aku di ranjang sempit kecil, dan ia mendekatkan tubuhnya padaku dan berkata,
” Kalo gini gak dingin lagi kan..?”
tubuhnya yang hangat menghangatkan hatiku.. seperti salju yang akan lumer..
” Ya.. anget banget.. “
dalam hatiku aku berkata
sampai butiran salju ini leleh, biarkan seperti ini..
biarkan seperti ini..

 

 

istilah:

Hentai = film mesum dalam bentuk animasi

Anime = animasi Jepang

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.