Eat You Up ~Keimi Version~
From song by BoA-Eat You Up-2009
Created by Michael Vincent BLACK-2009-August-15
Kedua bola mataku melihatmu.. yang berada dibawah rembulan oranye dengan kelap-kelip menghiasi langit yang hitam, dengan lampu-lampu besar dengan setinggi tiang listrik penuh dengan gemerlapan cahaya, dengan udara yang dingin tetapi menyetrum tubuhku dengan nafas anginnya.
Tetesan keringatmu turun dari tubuhmu yang sedang terbang memasukkan bola basket ke dalam ring, aku melihatnya dengan perlahan-lahan, memasukkan bola basket itu dengan tanganmu yang berotot dan wajahmu yang dibasahi oleh keringat yang menakjubkan,bak air mata pegunungan yang sangat jernih dan sangat lezat untuk diteguk.
Ketika pertama kali aku melihatmu, aku sudah tau ada sesuatu yang nggak beres bergejolak didalam diriku, Edo Cho,kamu adalah salah satu lelaki terlezat yang melegenda, sekarang ini, dadaku bergejolak dengan sangat tegang, irama tubuhku melunglai, lidahku mencair, tanpa bergerak, tubuh ini pun mulai berkeringat. Sekarang ini pula kutakbisa jelaskan apa yang terjadi didalam diriku, terlalu rumit untuk disebutkan, tetapi terlalu nikmat untuk dirasai.
Sebuah tubuhmu itu berhasil meningkatkan nafsu santapku, nafsu santap yang bermakna ganda dan tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.
Oh.
Jangan menatap mataku dengan matamu yang setajam pisau pembunuh bayaran yang serasa bagaikan aroma keju lumer tajam yang melumeri setiap inci dan sela-sela fettucini. Tetapi kau malah mendekat, berjalan perlahan-lahan memancingku dengan tubuhmu yang gagah tegap dan perkasa, ditutupi dengan baju tanpa lengan berwarna hitam, yang sudah basah karena disiram keringatmu yang bagaikan susu strawberry manis ,dan mencetak tubuhmu bagaikan coklat susu yang kelihatannya lumer tetapi renyah untuk digigit.
Boy, janganlah mendekat ke sini.
Jika kau terus menantangku dengan menatap tajam, dan terus mendekat, aku tidak mempunyai jaminan kalau kita akan berakhir dengan damai. Karena apa yang sedang ingin kulakukan terhadapmu sekarang terasa aneh dan itu sangat menakutkan diriku.
Karena malam ini,
Aku telah berubah menjadi semacam iblis nakal dimalam hari. Putik susuku sudah mengeras dengan sangat kencang, dan kewanitaanku bergetar dengan nikmatnya, Edo Cho.
Kau begitu nikmat, sampai-sampai ingin kunikmati dirimu. Sampai-sampai aku bisa memakanmu hidup-hidup.
Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Oh tidak. Aku tak bisa menghentikan pikiran mesumku ini, dan kumohon, jangan tersenyum nakal padaku seakan-akan kau akan menawarkan diskon baju mahal bermerek Sembilan puluh Sembilan persen. Kuperingatkan, bila kau terus mendekat seperti itu, berarti kau pula yang sengaja memintaku untuk merasakan tubuhmu.
Aku butuh cinta. Aku butuh cintamu.
Terlalu banyak cinta sampai-sampai aku menginginkan dengan sangat sentuhanmu.
Sekarang ini, aku lebih parah daripada om-om mesum tak beres yang kautemukan di kalijodoh, aku lebih buas daripada singa betina, aku lebih nakal dari para pelacur jalanan, dan aku lebih jago daripada pelacur bayaran profesional, kaulah, Edo Cho, kaulah yang berhasil membuatku seperti jalang.
Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Setelah ini, ciumlah aku, dekaplah aku dengan bibirmu, minumlah aku dengan lidahmu, mainkan leherku, dadaku, lingkar pinggangku, kewanitaanku dengan lidahmu, dibawah rembulan ini.
Oh. Ingin sekali kubawa kau ke kamarku.
Karena aku akan memakanmu.
Ingin kubawa ke kamarku.
Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Karena aku rasa aku jatuh cinta padamu.