.: Myclestoria :.

Oktober 11, 2009

Eat You Up ~Keimi Version~

Diarsipkan di bawah: The Lust — mikeythebest @ 6:02 am

Eat You Up ~Keimi Version~
From song by BoA-Eat You Up-2009
Created by Michael Vincent BLACK-2009-August-15

Kedua bola mataku melihatmu.. yang berada dibawah rembulan oranye dengan kelap-kelip menghiasi langit yang hitam, dengan lampu-lampu besar dengan setinggi tiang listrik penuh dengan gemerlapan cahaya, dengan udara yang dingin tetapi menyetrum tubuhku dengan nafas anginnya.
Tetesan keringatmu turun dari tubuhmu yang sedang terbang memasukkan bola basket ke dalam ring, aku melihatnya dengan perlahan-lahan, memasukkan bola basket itu dengan tanganmu yang berotot dan wajahmu yang dibasahi oleh keringat yang menakjubkan,bak air mata pegunungan yang sangat jernih dan sangat lezat untuk diteguk.

Ketika pertama kali aku melihatmu, aku sudah tau ada sesuatu yang nggak beres bergejolak didalam diriku, Edo Cho,kamu adalah salah satu lelaki terlezat yang melegenda, sekarang ini, dadaku bergejolak dengan sangat tegang, irama tubuhku melunglai, lidahku mencair, tanpa bergerak, tubuh ini pun mulai berkeringat. Sekarang ini pula kutakbisa jelaskan apa yang terjadi didalam diriku, terlalu rumit untuk disebutkan, tetapi terlalu nikmat untuk dirasai.

Sebuah tubuhmu itu berhasil meningkatkan nafsu santapku, nafsu santap yang bermakna ganda dan tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.

Oh.

Jangan menatap mataku dengan matamu yang setajam pisau pembunuh bayaran yang serasa bagaikan aroma keju lumer tajam yang melumeri setiap inci dan sela-sela fettucini. Tetapi kau malah mendekat, berjalan perlahan-lahan memancingku dengan tubuhmu yang gagah tegap dan perkasa, ditutupi dengan baju tanpa lengan berwarna hitam, yang sudah basah karena disiram keringatmu yang bagaikan susu strawberry manis ,dan mencetak tubuhmu bagaikan coklat susu yang kelihatannya lumer tetapi renyah untuk digigit.

Boy, janganlah mendekat ke sini.

Jika kau terus menantangku dengan menatap tajam, dan terus mendekat, aku tidak mempunyai jaminan kalau kita akan berakhir dengan damai. Karena apa yang sedang ingin kulakukan terhadapmu sekarang terasa aneh dan itu sangat menakutkan diriku.

Karena malam ini,

Aku telah berubah menjadi semacam iblis nakal dimalam hari. Putik susuku sudah mengeras dengan sangat kencang, dan kewanitaanku bergetar dengan nikmatnya, Edo Cho.
Kau begitu nikmat, sampai-sampai ingin kunikmati dirimu. Sampai-sampai aku bisa memakanmu hidup-hidup.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Oh tidak. Aku tak bisa menghentikan pikiran mesumku ini, dan kumohon, jangan tersenyum nakal padaku seakan-akan kau akan menawarkan diskon baju mahal bermerek Sembilan puluh Sembilan persen. Kuperingatkan, bila kau terus mendekat seperti itu, berarti kau pula yang sengaja memintaku untuk merasakan tubuhmu.

Aku butuh cinta. Aku butuh cintamu.

Terlalu banyak cinta sampai-sampai aku menginginkan dengan sangat sentuhanmu.

Sekarang ini, aku lebih parah daripada om-om mesum tak beres yang kautemukan di kalijodoh, aku lebih buas daripada singa betina, aku lebih nakal dari para pelacur jalanan, dan aku lebih jago daripada pelacur bayaran profesional, kaulah, Edo Cho, kaulah yang berhasil membuatku seperti jalang.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Setelah ini, ciumlah aku, dekaplah aku dengan bibirmu, minumlah aku dengan lidahmu, mainkan leherku, dadaku, lingkar pinggangku, kewanitaanku dengan lidahmu, dibawah rembulan ini.

Oh. Ingin sekali kubawa kau ke kamarku.

Karena aku akan memakanmu.

Ingin kubawa ke kamarku.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.

Karena aku rasa aku jatuh cinta padamu.

Gemerlap Birahi

Diarsipkan di bawah: The Lust — mikeythebest @ 5:57 am

Gemerlap Birahi
Diinspirasikan dari lagu Kumi Koda-Physical Thing-2009
Ditulis fiksi dari lagu tersebut oleh Michael Vincent BLACK-2009-September.

Aku jenuh, berada di sebuah tempat gelap, penuh dengan gemerlapan ini, lampu-lampu bulat hitam besar itu memiliki lubang-lubang bulat cahaya kelap-kelip berwarna pelangi dan menerangi ruang yang dingin hitam gelap, dengan tergenggam sebuah gelas kaca kubus berisikan Jack Daniels yang sedikit. Banyak orang gemerlapan menikmati dentuman sensual, banyak iblis berkeliaran.

Di sela kejenuhan yang menyesakkan, kulihat dengan samar-samar seorang yang berbeda, dengan buah dada besar permukaan mengkilap seperti dilapisi minyak yang terbungkus dengan gaun bermotif abu-abu metalik polos. Berkulit coklat latin, wanita yang memukau ini berjalan dengan dentuman hak tingginya yang bisa kubayangkan betapa indah lekuk kakinya dibalut dengan hak tingginya berwarna hitam. Wanita itu berjalan semakin mendekat, menatapku selama dua detik dengan tatapan yang penuh dengan labirin dan keangkuhan yang memikat. Bibirnya yang mengkilap, tanpa lipstick. Matanya yang diberi dengan eye shadow hitam, dengan bulu mata yang cukup lebat, berparas angkuh elegan, cantik yang unik dan klasik.

Ia mengibas rambutnya dengan tidak sengaja ketika ia duduk tepat disebelahku, dan memesan margarita dengan cherry diatas menjepit mulut gelas seperti mangkuk itu. Kemudian menatapku dan tersenyum menantang. Aku memberanikan diriku mendekat dirinya yang diselimuti ego yang tinggi.

“ Tak kusangka ada yang membuat jenuhku hilang disini.” sapaku.

Ia hanya memandangku dengan senyumnya yang penuh makna, mengambil cherry itu dari mulut gelasnya, menyeruput margarita dengan perlahan-lahan, menyentuh tali cherry itu sambil memutar-mutarnya.

“ fuh. Aku juga jenuh. Makanya aku datang ke sini.” Sapanya dengan nada yang seksi dan menggetarkan seisi kepalaku.

“ aku tertarik padamu.”

“ kumohon. Jangan lebai. Aku pula tertarik padamu. Tapi..”

“ tapi…?”

“ aku tak ingin cinta.”

Aku semakin memerhatikannya dengan cermat, aku menggulung lengan kemeja hitamku, dan semakin mendekatkan tubuhku pada dirinya.

“ sungguh aneh aku mendengar dari mulut seorang wanita yang bilang ia tak ingin cinta.”

“ itu karena aku tau ini bukan cinta.”

“ pernyataan yang bagus, lady.”

Ia memandangku, kembali tersenyum memiliki makna yang aneh, menggoda dan menggetarkan logika. Tak menjauh dari tubuhku. Cherry yang ia mainkan berhenti dari putaran jarinya yang diberi kutek merah pekat. Kemudian dengan jarinya itu ia membelai bibirku dengan cherry yang dimainkannya.

“ kau tau sesuatu yang berhubungan dengan badan. Seperti menagih. Seperti ekstasi?”

Aku berusaha mencari kata yang tepat untuk mengisi pertanyaannya.

“ tapi aku tak tertarik bila kau sudah dimiliki. Apa kau sudah dimiliki? Jujur. Kalau kau belum termiliki, habiskan buah terlarang ini, manusia berjenis Adam.” Jawabnya dengan mendekatkan wajahnya yang begitu memukau memandang mataku dengan kristal yang indah dimatanya, dibiaskan oleh cahaya warna-warni.

“ birahi?” kubuka mulutku dan menelan dengan pelan cherry yang asam itu ke dalam mulutku. Ia tertawa kecil dan kembali menyeruput margarita.

“ tak usah berlaga polos seperti itu. Aku tau kau juga mau. Tak usah kau menggigit cherry itu seperti menggigit kukumu.”

Aku menelan cherry itu dengan gugup. Tak kusangka egonya begitu puncak, dan penuh dengan tantangan yang menjebak. Tetapi aku tak menyerah begitu saja, aku membelai wajahnya.

“ ya. Aku juga mau. Kau lihat aku menarik, aku melihatmu menarik. Begitu simpel. Begitu praktis.”

“ kau tau aku mau lebih dari sebuah gombalan sampah. Jadilah lelaki dan puaskan aku.”
Aku menyentuh tangannya dan membawanya ke dalam ruang yang sepi dan terpencil dan didalam ruang yang terkunci itu, aku menghempaskan dirinya ke dinding yang bercorak kotak kotak hitam putih seperti papan catur.

“ aku peringatkan kau. Berani kau dustakan aku bila kau sudah dimiliki. Aku bersumpah akan membunuhmu setelah ini.”

Aku tersenyum dengan jahat. Aku tak bisa berpikir. Dan kukatakan padanya dengan jujur kalau aku lagi kosong. Kumulai menyentuh bibirnya yang basah dan kurasakan selaput bibirnya yang menempel dengan selaput bibirku perlahan-lahan, mendalami bibirnya dan seisi mulutnya dengan mulutku. Kemudian aku membelai lehernya dengan bibirku.

Desahannya begitu mempesona, begitu seksi, begitu indah. Ia meremas otot punggungku.

“ namamu siapa, manusia ber-ras Eve?” jawabku membelai lehernya dengan mulutku dari atas letak kerongkongan sampai ke tengah belah dadanya dengan kering.

“ tak wajar seorang lelaki yang akan mendalamiku tanpa cinta menanyakan nama.”

“ aku tentu berbeda dengan bajingan-bajingan yang membuatmu jijik.” Godaku membelai kewanitaannya yang melumas dengan belaian jariku.

“ semua lelaki itu bajingan. Kau beruntung hari ini aku sedang sial.”
Aku tertawa. “ bajingan beruntung ini diberi nama Krein.”

“ Sicaya.” Ia melepaskan kemejaku dengan matanya yang penuh dengan hipnotis, dan membelai rambutku yang hitam berponi ke samping, pendek. Ia tampaknya takjub melihat tubuhku yang cukup bisa kubayangkan untuk memeluknya dengan keras dan berisi.

“ nama yang indah.” Pujiku mencium pipinya.

“ teruslah menyampahkan gombal dari bibirmu yang membius itu, Krein.”

“ aku akan terus menyampahkan sampai bisa merebut dirimu sepenuhnya.”

“ fuh. Itu tergantung seberapa jantan dirimu sebagai seorang pria.”

Aku semakin tertantang dan dengan lugasnya aku membuka pahanya dan menjepitkan sebelah pahanya mendekap kejantananku. Dan kudalami lidahku ke dalam mulutnya yang mulai mendesahkan nafas yang menggoda dan menggelora. Kubuka resleting gaunnya dari untaian yang berada dipundaknya, dan sebelah tangan kiriku melepas celana dalamnya. Ia pun tak membuatku sadar kalau kejantananku sudah bebas dari celana jeansku.

Aku mengalaskan lantai marmer itu dengan bajuku, dan menggendongnya sampai ke bawah dan menindihnya. Dan kulumeri bibirnya dengan bibirku dan kami mulai menyatu.

“ Puasi aku.. Krein.. ah.. ah..”

Gerakan yang simpel dan mudah. Goyang maju dan mundur, dan mengepit. Keringat bercucuran membasahi kedua badan, pelan pelan tetapi pasti. Seperti sebuah irama yang menakjubkan ditaburi dengan gemerlap birahi.

Aku memeluknya dan terus melanjutkan birahi tanpa henti ini. Bibirnya terus mendesah dua huruf alami penuh dengan godaan dan tantangan yang nikmat. Desahannya yang menggemakan namaku membuatku terus terjerumus dalam kenikmatan penuh kontroversi. Sesuatu yang tabu.

“Sicaya..”

Aku mendengar desahan sayu membisikkan telingaku dengan seksi..

“ Krein.. aku.. aku.. sudah mau..”

aku tersenyum memandang wajahnya, memelankan lajuanku, dan menciumnya dengan pelan.

“ Jangan egois dong, aku juga ikut.”

Aku terus menggelorakan badannya dan semakin lama akhirnya, kedua bibir secara refleks mendesah dan mengerang panjang bersamaan dalam satu ritme.

.:—:.
“ Sial. Kau begitu nikmat.” Jawabnya memalingkan wajahnya dari tatapanku yang terus tersenyum memeluknya yang begitu elok dan indah, dan lucu.

“ kamu juga. Begitu memukau di hati.”

“ teruslah menyampah gombalmu. Semakin lama semakin seperti perhiasan asli.” Senyumnya sambil pura-pura tidak tertarik. Wanita dengan ego yang tinggi.

“ Kau juga belum termiliki kan, Sicaya?” tanyaku sambil mengembalikan logikaku.

“ aku bukan murahan. Aku tak akan melakukan dengan pria lain kalau aku sudah termiliki. Yah. Walaupun sekarang ini aku seperti pelacur.” Jawabnya dengan polos dan aku tertawa kencang.
Kemudian aku menciumnya dengan lembut, membelai kembali lehernya yang manis dan menyebar sampai terhenti di telinga kanannya dan membisikkan sesuatu,

“ sekali lagi yuk?”

Tamat.

.:—:.
slapstick

“ sekali lagi yuk?”

“ aku udah bosen dengan kontrasepsi. Kalo mau lagi sana vasektomi dulu.”

.:—:.

November 2, 2008

Buah Terlarang

Diarsipkan di bawah: The Lust — mikeythebest @ 10:49 am

Buah Terlarang

Original Short Story by Michael Vincent-2008 October 29th

 

Shizuka… Shizuka..

Aku ingin merasakan tubuhmu, Shizuka, mari kita menikmati kenikmatan ini bersama, aku ingin merasakan tubuhmu, aku ingin memasukimu, aku ingin kita menjadi satu…

Shizuka, kau begitu nakal, karenamu lah, aku begitu pasrah terhadapmu,Shizuka,

Aku menginginkanmu, Shizuka.. Oh, Shizuka..

 

Aku berada di depan kaca. Terngiang-ngiang akan perkataan yang dikeluarkan oleh mulut  pria itu. Rambutku kugerai kiri dan kanan melepas pita yang mengikat rambutku yang sampai seleher. Aku memandangi cermin yang besar itu, dan berkata

“ Oh diriku, apa yang harus kulakukan… apa aku harus melakukannya?”

 

Ketika aku menanyakan hal itu, bayangan cermin wajahku berkata,

 

“ Shizuka sayang, kita sebagai seorang manusia, tak bisa melawan hawa nafsu…”

 

Aku terus memperhatikan diriku berkata, wajahnya tidak sepolos aku yang sedang melamun karena dilemma, ia tersenyum nakal dengan pandangannya yang menggoda, seperti wanita malam, katanya,

 

“ Shizuka, bukankah kita yang memulainya, yang berawal dari sebuah ketidaksengajaan yang kita sebut sebagai keisengan…”

 

Keisengan.. kah..

 

“ Benar, awalnya, kita hanyalah gadis polos yang penasaran apa yang dinamakan berzinah melalui dunia maya, hanya dengan kata-kata saja, Shizuka.. hanya dengan kata-kata.”

Ya.. aku berzinah melalui kata-kata dengan pria itu, aku mengundangnya untuk menyentuh tubuhku, dadaku, bibirku, liang kewanitaanku, hanya menggunakan kata-kata. Tapi apa salahnya hanya menggunakan kata-kata?

Diriku tak hanya seorang, tetapi ada seseorang yang sedih dan memeluk pundakku dari belakang

 

“ Shizuka, jangan lakukan lebih dari ini, jika kita lakukan lebih dari ini, keperawanan

kita akan..”

 

“ Shizuka!!”

 

bibirku tersentuh oleh jemari kuku berkutek merah pekat,

 

“ Shizuka,  sebagai gadis remaja, mana bisa kita menahan gejolak muda yang membara ini…”

 

“ Jangan Shizuka, jangan dengarkan perkataannya, perzinahan dilarang oleh Tuhan dan dilarang oleh dunia ini.”

 

“ Perkataan yang bodoh, perzinahan bagian mana yang dilarang di dunia ini? Banyak sekali seks bebas, banyak sekali perselingkuhan, jangan munafik, Shizuka, kau tau kita menginginkannya.”

 

“ Shizuka, jangan mendengarkan perkataannya, keperawanan adalah untuk orang yang kita cintai dan untuk setelah menikah.”

           

Be.. benar.. untuk menikah.

 

“ Hahaahahahahahahhahaha, betapa munafiknya dirimu, Shizuka, kau tau apa sesungguhnya menikah di hadapan para lelaki? Menikah yang sesungguhnya adalah pemaksaan. Pemaksaan karena mereka para pria telah memperawani kita para wanita. Dan tujuan kedua mereka mau menikah adalah supaya kita dibodohi, kita dikekang, kita diberi beban yaitu anak.”

 

“ Tidak semua orang seperti itu, Shizuka.. kalau kita mau mencarinya… pasti akan kita temukan..”

 

“ hentikanlah, Shizuka, untuk apa kau berpikir seperti itu… jelas-jelas kau menyukainya, jelas-jelas hanya dengan kata-kata, kau dibuai olehnya, kita dibuai olehnya, kita jatuh dalam godaannya,

Seperti Hawa yang menerima buah terlarang, lalu menggoda Adam untuk memakan buah terlarang.”

 

“ Shizuka, pria itu sudah memiliki kekasih, dan kau hanya sekedar pelampiasan nafsunya, lagipula kau harus bertahan, Shizuka, kita masih muda, masih banyak manusia yang akan kita temui.”

 

“ Bodoh, Shizuka, kau pun sudah tahu, kalau pria itu sudah mempunyai kekasih, tetapi kita masih tergoda olehnya, anggap saja ini pengalaman pertama yang mengesankan untukmu, hal ini tidak terjadi dua kali, Shizuka sayang, huhuhu…”

 

….. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan..

Ah.. selularku berdering,

Pria itu…. Meneleponku…

Blog pada WordPress.com.