Tsuki… kita bertiga akan selalu bersama kan?
Tentu dong, Yue.. dan juga Crescent.. kita kan sohib sejati.. ampe mati..
Tsuki, Yue, dan Crescent adalah tiga serangkai yang persahabatannya tak akan pernah mati…
Sampai kapanpun..
Gadis Neraka : Relasi.
Karangan asli yaitu Jigoku Shoujo ~Mitsuganae~-2009
Difiksikan oleh Michael Vincent BLACK-2009
“ Tsuki.. udah lama nih kita nggak jalan-jalan nih… kapan jalan barengan lagi bertiga?” Tanya seorang lelaki yang imut, bernama Yue, berpipi tembem, dengan terlihat blush on yang pink alami tanpa dipakai disekitar pipinya, seperti buah persik yang matang, berambut pendek, badan gemuk yang sedang. Alisnya sedikit lagi menyatu. Ia sedang menggerutu karena Tsuki, teman yang ada disebelahnya hanya terdiam saja.
“ Ya nih, sejak kamu jadian ama si Makuris itu, kamu udah nggak pernah jalan-jalan ama kita..” tepat sebelah kanan Tsuki terdapat seorang perempuan bernama Crescent, membetulkan kacamatanya yang tampaknya berat, sambil memeluk sebuah novel kuno yang berisikan karangan milik Pramoedya Ananta Toer yang sampulnya sudah robek dimana-mana. Rambutnya bob pendek, dengan sependek sampai seleher, pembawaan yang misterius dan tenang terpancar dari matanya.
Tsuki yang pula mengenakan kacamatanya terdiam memandang tangannya yang tidak bergerak, disela nafas yang sangat dalam.
“ aku nggak bisa.. aku udah janjian bakal ketemuan ama dia..” pinta Tsuki mengelus telapak tangannya sendiri yang sebelah kiri dengan jari tangannya yang sebelah kanan.
“ Aku udah nggak tahan lagi!! Sejak kamu jadian ama dia, kamu jadi berubah!! Aku jadi kesel ama kamu!!” Yue berdiri dari tempat mereka duduk disebuah bangku yang terbuat dari batu dan dilapisi keramik, di bawah pepohonan cemara yang rindang. Ia membentak Tsuki yang sedang menghadapi dilemma.
“ kalian harus tau dong, bentar lagi kan kita bakal lulus sekolah, dan aku akan ke luar negeri buat ngelanjutin pendidikan aku..” Tsuki betubuh kecil dari Crescent, ia kurus. Namun matanya lebih belo. Berambut pendek sampai sepundak. Crescent hanya terdiam, memandang sahabatnya. Tetapi tangannya gemetaran, dan mulutnya terus menggertakkan gigi karena kekesalannya yang tiada hentinya.
“ kamu nggak bisa terus-terusan begini, kamu tau kan cowok kamu nggak suka ama kami? Kenapa kok kesannya kamu ngebelain dia melulu sih?” Crescent mulai bersua memandang Tsuki dengan amarah yang sangat dalam dari raut seorang pendiam. Tsuki yang mendengar perkataan itu pun panas.
“ Oh sorry ya, dengerin itu, kamu nggak ada sopan sedikit ya, mantan temanku..”
Kata-kata itu dimuntahkan dengan spontan, sampai menyesap ke dalam sukma Crescent. Ketika mendengar hal itu, jantung Crescent langsung berhenti berdetak. Ia segera beranjak dengan menyembunyikan wajahnya kemudian langsung berlari. Ketika itu pula Yue meneriakkan namanya, tetapi tidak dihiraukannya.
“ apa yang sesungguhnya terjadi padamu, Tsuki??” Tanya Yue menghela nafas yang sangat panjang.
“ Habis dia ngomongnya gitu, aku sih nggak bermaksud ngomong gitu..”
Yue memandang Tsuki sambil menggeleng-geleng. Dalam pikirannya muncul sebuah pikiran yang baru. Ini semua gara-gara cowok sialan itu. pikirnya. Kalau saja dia tak ada, kalau saja si bajingan sialan itu tak pernah mendekati Tsuki, Tsuki tidak akan menjadi seperti ini…
Yue meninggalkan Tsuki dengan wajah yang marah kesal, beranjak dengan kaki yang tidak sabar dan tergesa-gesa. Ia memikirkan apa yang harus dilakukan agar semakin baik dan semakin lancar.
“ Eh.. eh.. kamu udah denger-denger gosip terbaru belom?”
Yue berhenti ketika tidak sengaja menguping pembicaraan sekumpulan gadis-gadis sekolah berdandan menor, yang terus membuka tutup handphone mereka yang semuanya berwarna pink dan bertipe flip.
“ Gosip apaan, sih?” Tanya temannya yang sebelah sambil menebalkan lipstick di bibirnya dengan warna ungu muda.
“ ituloh, kita bisa kirim orang yang kita benci ke neraka, tanpa jejak, dan tanpa bukti!!”
“ oh, yang kita ketiknya di situs neraka ya?”
“ Ya.. katanya kalo mau ke situs neraka, mesti malem-malem, pas jam dua belas malem..”
“ Ah, paling-paling cuman boong, udahlah kalo ada orang yang mukanya belagu, kita labrak aja,gimana..?”
“ Iya,ya, hahahahaha..”
Situs.. neraka?
Pikir Yue, dengan matanya yang terbelalak karena tidak percaya kalau ada hal yang seperti itu benar-benar ada. Tetapi, ada atau tidaknya situs itu, benar-benar harus dicoba. Inilah salah satu cara untuk menyingkirkan Makuris, orang yang paling ia musnahkan dalam kehidupannya.
Yuzuki Mikage, seorang perempuan yang kebetulan satu sekolah dengannya, sedang meminum teh kotak, kebetulan pas pada saat itu sedang waktunya istirahat, memandang seorang perempuan sedang menangis, melepaskan kacamatanya yang tertidur di padang rumput. Ia melihat perempuan itu sedang melap matanya dengan saputangannya yang berwarna cokelat muda dengan motif bunga melati. Yuzuki mendekati perempuan itu.
“ Hai.. kamu kenapa?” tanyanya dengan kepo.
Perempuan itu kaget, ia tak menyadari kalau ada yang melihatnya sedang menangis, segeralah ia bangkit berdiri, mengambil kacamatanya dan mengatakan kalau ia tersandung dan sakit sekali.
“ Kamu boong, nggak apa-apa, kita kan gak kenal, jadi kamu cerita aja, aku ini pelupa kok, jadi aku nggak kasi tau siapa-siapa, nama kamu siapa? Aku Yuzuki..”
“ Aku Crescent..”
Crescent yang sedang depresi menceritakan semuanya pada Yuzuki. Yuzuki menepuk bahunya.
“ Andai aku punya keberanian, untuk mengirimkan pacarnya ke neraka..”
DEG. Jantung Yuzuki berdetak dengan kencang. Ia tau siapa sebenarnya gadis neraka itu. gadis neraka yang sekarang ini bersemayam di dalam tubuhnya. Gadis neraka yang ada didalam dirinya sudah mengirim banyak orang ke neraka tepat di depan matanya.
“ Jangan, kalau kau lakukan itu kau juga akan ke neraka, lebih baik kau bicarakan baik-baik lagi dengan temanmu itu..” Yuzuki menasehatinya sambil memandang Crescent dengan serius dan penuh kekhawatiran.
“ Tenanglah, aku nggak seberani itu, makasih ya udah denger curhatku, Yuzuki..”
“ Ya..” Yuzuki bernafas lega.
:-:
Jam 12 malam. Laptop apple. Google search:
situs neraka
layar menjadi hitam, muncul sebuah percikan lidah api yang memunculkan gambar selanjutnya.
Kotak putih kosong untuk menuliskan nama. Dan diatas kotak putih kosong itu tertulis:
Kami akan melepaskan kebencianmu.
Yue dengan gemetaran mengetik nama yang akan ditargetkannya: Makuris Suans.
Enter.
“ Kau memanggilku?” sahut suara seorang perempuan dengan halus tepat dibelakang leher Yue, Yue yang terkejut, berteriak menoleh lehernya ke belakang menghadap perempuan itu dan tiba-tiba ia berada di sebuah lapangan rumput dengan bunga bakung merah berteberan disepanjang padang rumput itu. seorang perempuan berambut panjang dengan poni, panjang rambutnya sampai sepinggang, matanya asli dengan warna merah darah yang bersinar memancarkan kemisteriusan dan keangkeran. Yue bergetar melihat wajah cantik dengan kulit putih pucat perempuan muda itu.
“ Si.. siapa kau?” tanyanya sambil jatuh ke rumput.
“ Aku.. Enma Ai..”
Refleks dari Yue berteriak: “ Ga.. Gadis NERAKA!!”
“ Wanyuudo..” sahut perempuan itu kemudian di sampingnya muncul seorang pria setengah baya yang botak, menyahutnya dengan sebutan nona. Kemudian berubah wujud menjadi sebuah boneka vudu hitam dengan benang merah yang melilit disekitar leher boneka vudu tersebut. Ia mendekati Yue dan berkata:
“ Ambil..”
Enma Ai menyodorkan boneka vudu itu ke Yue.
“ A.. apa ini?”
“ Jika kau benar-benar berniat mengirimkan orang yang kau benci ke neraka, tariklah benang merah itu..
Jika kau menarik benang itu, maka kau telah melakukan kontrak denganku”
Yue memandang dengan angker dan takutnya, sambil menyentuh ujung benang merah yang bersinar dengan matahari sore hari.
“ tetapi..”
Jarinya bergetar dan berhenti menyentuh benang itu.
“ jika aku mengirimnya ke neraka, kau harus mengganti sesuatu yang setimpal..
Ketika seseorang telah dikutuk, dua lubang kuburan akan tercipta..
Kau pula akan pergi ke neraka, tetapi tentunya setelah kau mati..”
Yue memandang Enma Ai dengan penuh pertanyaan..” aku akan ke neraka?”
“ Pikirkanlah..”
“ Tu.. Tunggu..”
Tiba-tiba Yue kembali ke kamarnya. Sambil memandang boneka itu dengan penuh ketakutan, ia menyimpannya ke dalam tas.
:-:
Yue tidak bisa tidur. Ia terus memandangi boneka vudu. Ia masih tidak percaya bahwa inilah kenyataan yang terjadi dalam hidupnya. Ia memang ingin membawa Makuris ke neraka, tetapi ia juga takut nanti kalau suatu saat ia juga akan ke neraka. Tetapi inilah salah satu caranya ia bisa lakukan. Ia tak mungkin membunuh.
“ Hei, babi.”
Yue dengan jelas mendengar cemooh itu dari belakangnya, suara yang menyebalkan itu, adalah suara Makuris, kekasih Tsuki, sahabat yang paling berarti untuknya, dan sekarang ini bajingan ini menjadi kekasih sahabatnya.
Makuris melihatnya memegang boneka itu, dan mendekatinya
“ Hoh, dasar babi, emang kurang gede apa tuh badan, mainannya masih jadul gini, dasar babi lu..” Makuris meninju perut Yue, sambil darah keluar dari mulut Yue.
“ Da.. Dasar bajingan..” Yue melap mulutnya yang penuh darah dengan tangannya. Sementara Makuris hanya tertawa kasar dan menghina.
“ Ah.. Tsuki sayang..” sapanya ketika membuka pintu kelas, ia membelai rambut Tsuki dengan halus,
“ Kenapa Makuris?”
“ Tadi, teman kamu tuh, dia ngehina-hina aku, katanya aku nggak pantes jadi cowok kamu, padahal kan aku cuman ngelakuin yang terbaik buat kamu.. apa aku payah ya?”
a.. apa..?
Tanya Yue dalam hatinya, bersembunyi di koridor pintu sambil menguping jelas pembicaraan bajingan itu.
“ Apa? Siapa yang ngomong gitu ke kamu, Ris?”
“ ya kamu taulah, teman kamu yang cowok itu..”
“ ih, mereka nggak ada habis-habisnya ngejekin kamu ya, kenapa sih mereka, kayaknya mereka nggak seneng ngeliat aku bahagia..” pilu Tsuki mulai merengek ngambek.
Bu.. Bukan Tsuki.. kata Yue dalam hatinya..
jangan dengarkan kata-kata bajingan itu..
“ Iya, aku juga nggak tahan kalo dicaci maki melulu ama temen-temen kamu, mereka tuh udah ngehina
aku banget, tapi nggak apa-apa, cintaku masih besar kok, aku akan mencintaimu selalu, Tsuki-chan..”
“ hahaha, kamu emang cowok yang paling baik, Makuris..”
Bajingan sialan itu.. beraninya dia.. BERANINYA DIA!!
Teriak Yue dalam hatinya, dan ia menyadari bahwa sekarang ini dia sedang menggenggam erat boneka vudu hitam dengan benang merah mengikat.
Aku tak peduli, walaupun aku harus ke neraka nantinya, tetapi mengirimkan bajingan ke neraka ini memang harus setimpal.
Pikirnya, ia menarik benang itu dengan cepat.
Kebencianmu telah terdengar. Bisik suara pria setengah baya itu, dan bonekanya menghilang.
Makuris yang sedang mencium dahi Tsuki tiba-tiba menghilang lenyap, langsung tanpa setitik debu, Tsuki yang membuka matanya, kebingungan.
“ Ma.. Makuris?”
:-:
Yuzuki Mikage tenggelam di sebuah sungai, badannya mulai aneh, ia terjebak dalam genangan air, badannya serasa mau meledak, ia berteriak kesakitan, dan muncul sayap dari tubuhnya, kemudian ia pecah. Muncullah gadis neraka dengan menggunakan pakaian jepang bernama Nagajuban, sejenis kimono, berwarna hitam dengan motif-motif bunga yang bergerak-gerak. Ia membuka matanya dengan lebar.
Makuris terjerembab dalam kegelapan. Ia segera disadarkan oleh Hone onna, seorang wanita seksi, yang sedang mengikat dirinya. “ Percobaan pertama, operasi plastic cocokin hidung babi.” Senyumnya sambil menjahit hidung Makuris dan merobeknya dengan kasar.
“ GYAA, LEPASKAN!! LEPASKAN,SAKIT!!”
“ Aduh, suster, kamu vulgar banget sih, kasih dia suntikan bius dulu dong!!” seru Ichimoku Ren.
Kemudian gadis kecil pula muncul bersama anak laki kecil. “ ha.. mau permen gak? Permen taik babi.. nih, supaya nggak nangis.. ak.. makan dong..”
“ Aduh, nona, masa dikasih makan taik babi?”
Makuris dipaksa makan kotoran itu sampai ia muntah dan tidak sadarkan diri. Ichimoku Ren, pria yang menyarankan untuk suntik bius itu mengeluarkan alat penyetrum jantung dengan size sepuluh kali besar kaki gajah, dan menyetrumnya, sampai Makuris tersengat dengan sangat dashyat dan sakit.
Dan Makuris jatuh ke dalam kegelapan yang sangat hitam
“ Siapa kalian? DASAR GILA!!” ia berteriak.
“ akuilah, kamu itu munafik kan, di depan gadismu kau domba, tetapi di hadapan sahabatnya kau serigala.” Sahut Wanyuudo menyangsikan dari atas.
“ memangnya kenapa? Dari semula aku nggak suka mereka, dan lagipula aku hanya main-main sama cewek aneh itu, dan siapa kalian??”
“ Begitu jawabnya, nona..” sahut Wanyuudo, Gadis neraka yang menyangsikannya dari atas langsung terjun ke bawah dan menatapnkan dirinya pada Makuris.
“ oh.. bayangan yang bersemayam didalam jubah kegelapan, betapa kasihannnya dirimu,
Membuat manusia kesakitan dan menderita,
Membuat manusia melakukan dosa..”
Sesaat semuanya terhenti. Mata gadis neraka semakin membesar..
“ Ippen.. Shinde miru?” (Maukan, coba mati sekali aja..?)
Gadis neraka menghempaskan tangan kanannya ke kanan, dan bunga-bunga dari bajunya keluar dan menyembur Makuris.
:-:
Neraka. Sampan. Gadis neraka.
“ di.. dimana aku..? dimana aku.. nguk..” tiba-tiba muncul di hidungnya hidung babi.
“ Ini adalah neraka..” sahut Enma Ai mendayung sampannya ke sungai mayat.
“ hahaha.. lepaskan aku.. keluarkan aku dari sini..nguik..”
Kebencianmu.. telah terdayung ke neraka..
:-:
Dua hari kemudian.
“ Aku menyesal atas kepergian kekasihmu, Tsuki..” sahut Crescent
Tsuki hanya meratapi dirinya menangis dalam pelukan Crescent, sementara Yue yang melihat Tsuki tersenyum jahat dengan lebarnya. Kau bisa menemukan tanda kutukan di atas dada kirinya.
Kebencianmu.. telah terdengar..
Tamat.