.: Myclestoria :.

Oktober 11, 2009

Itsy Bitsy Spider ~Mycles~

Diarsipkan di bawah: Poems — mikeythebest @ 6:04 am

o far?

Itsy bitsy spider
Itsy bitsy spider
Poor little bitsy

Choose
Eaten by your own spider
Or keep the small glowing light that called faith
To make him love you

Choose little bitsy
Or the spider will swallow you
Into the unlimited darkness

Itsy bitsy spider…
Who is the spider?
Me, yourself :)

Eat You Up ~Keimi Version~

Diarsipkan di bawah: The Lust — mikeythebest @ 6:02 am

Eat You Up ~Keimi Version~
From song by BoA-Eat You Up-2009
Created by Michael Vincent BLACK-2009-August-15

Kedua bola mataku melihatmu.. yang berada dibawah rembulan oranye dengan kelap-kelip menghiasi langit yang hitam, dengan lampu-lampu besar dengan setinggi tiang listrik penuh dengan gemerlapan cahaya, dengan udara yang dingin tetapi menyetrum tubuhku dengan nafas anginnya.
Tetesan keringatmu turun dari tubuhmu yang sedang terbang memasukkan bola basket ke dalam ring, aku melihatnya dengan perlahan-lahan, memasukkan bola basket itu dengan tanganmu yang berotot dan wajahmu yang dibasahi oleh keringat yang menakjubkan,bak air mata pegunungan yang sangat jernih dan sangat lezat untuk diteguk.

Ketika pertama kali aku melihatmu, aku sudah tau ada sesuatu yang nggak beres bergejolak didalam diriku, Edo Cho,kamu adalah salah satu lelaki terlezat yang melegenda, sekarang ini, dadaku bergejolak dengan sangat tegang, irama tubuhku melunglai, lidahku mencair, tanpa bergerak, tubuh ini pun mulai berkeringat. Sekarang ini pula kutakbisa jelaskan apa yang terjadi didalam diriku, terlalu rumit untuk disebutkan, tetapi terlalu nikmat untuk dirasai.

Sebuah tubuhmu itu berhasil meningkatkan nafsu santapku, nafsu santap yang bermakna ganda dan tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.

Oh.

Jangan menatap mataku dengan matamu yang setajam pisau pembunuh bayaran yang serasa bagaikan aroma keju lumer tajam yang melumeri setiap inci dan sela-sela fettucini. Tetapi kau malah mendekat, berjalan perlahan-lahan memancingku dengan tubuhmu yang gagah tegap dan perkasa, ditutupi dengan baju tanpa lengan berwarna hitam, yang sudah basah karena disiram keringatmu yang bagaikan susu strawberry manis ,dan mencetak tubuhmu bagaikan coklat susu yang kelihatannya lumer tetapi renyah untuk digigit.

Boy, janganlah mendekat ke sini.

Jika kau terus menantangku dengan menatap tajam, dan terus mendekat, aku tidak mempunyai jaminan kalau kita akan berakhir dengan damai. Karena apa yang sedang ingin kulakukan terhadapmu sekarang terasa aneh dan itu sangat menakutkan diriku.

Karena malam ini,

Aku telah berubah menjadi semacam iblis nakal dimalam hari. Putik susuku sudah mengeras dengan sangat kencang, dan kewanitaanku bergetar dengan nikmatnya, Edo Cho.
Kau begitu nikmat, sampai-sampai ingin kunikmati dirimu. Sampai-sampai aku bisa memakanmu hidup-hidup.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Oh tidak. Aku tak bisa menghentikan pikiran mesumku ini, dan kumohon, jangan tersenyum nakal padaku seakan-akan kau akan menawarkan diskon baju mahal bermerek Sembilan puluh Sembilan persen. Kuperingatkan, bila kau terus mendekat seperti itu, berarti kau pula yang sengaja memintaku untuk merasakan tubuhmu.

Aku butuh cinta. Aku butuh cintamu.

Terlalu banyak cinta sampai-sampai aku menginginkan dengan sangat sentuhanmu.

Sekarang ini, aku lebih parah daripada om-om mesum tak beres yang kautemukan di kalijodoh, aku lebih buas daripada singa betina, aku lebih nakal dari para pelacur jalanan, dan aku lebih jago daripada pelacur bayaran profesional, kaulah, Edo Cho, kaulah yang berhasil membuatku seperti jalang.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.
Setelah ini, ciumlah aku, dekaplah aku dengan bibirmu, minumlah aku dengan lidahmu, mainkan leherku, dadaku, lingkar pinggangku, kewanitaanku dengan lidahmu, dibawah rembulan ini.

Oh. Ingin sekali kubawa kau ke kamarku.

Karena aku akan memakanmu.

Ingin kubawa ke kamarku.

Aku akan memakanmu, berikanlah cintamu padaku, berikanlah segera. Aku akan memakanmu, puasilah aku dengan cintamu, Edo Cho, berikan kenikmatan tanpa batas yang semua lelaki tak pernah berikan.

Karena aku rasa aku jatuh cinta padamu.

Fiction: Jigoku Shoujo

Diarsipkan di bawah: Fiction — mikeythebest @ 5:59 am

Tsuki… kita bertiga akan selalu bersama kan?
Tentu dong, Yue.. dan juga Crescent.. kita kan sohib sejati.. ampe mati..

Tsuki, Yue, dan Crescent adalah tiga serangkai yang persahabatannya tak akan pernah mati…
Sampai kapanpun..

Gadis Neraka : Relasi.
Karangan asli yaitu Jigoku Shoujo ~Mitsuganae~-2009
Difiksikan oleh Michael Vincent BLACK-2009

“ Tsuki.. udah lama nih kita nggak jalan-jalan nih… kapan jalan barengan lagi bertiga?” Tanya seorang lelaki yang imut, bernama Yue, berpipi tembem, dengan terlihat blush on yang pink alami tanpa dipakai disekitar pipinya, seperti buah persik yang matang, berambut pendek, badan gemuk yang sedang. Alisnya sedikit lagi menyatu. Ia sedang menggerutu karena Tsuki, teman yang ada disebelahnya hanya terdiam saja.

“ Ya nih, sejak kamu jadian ama si Makuris itu, kamu udah nggak pernah jalan-jalan ama kita..” tepat sebelah kanan Tsuki terdapat seorang perempuan bernama Crescent, membetulkan kacamatanya yang tampaknya berat, sambil memeluk sebuah novel kuno yang berisikan karangan milik Pramoedya Ananta Toer yang sampulnya sudah robek dimana-mana. Rambutnya bob pendek, dengan sependek sampai seleher, pembawaan yang misterius dan tenang terpancar dari matanya.
Tsuki yang pula mengenakan kacamatanya terdiam memandang tangannya yang tidak bergerak, disela nafas yang sangat dalam.

“ aku nggak bisa.. aku udah janjian bakal ketemuan ama dia..” pinta Tsuki mengelus telapak tangannya sendiri yang sebelah kiri dengan jari tangannya yang sebelah kanan.

“ Aku udah nggak tahan lagi!! Sejak kamu jadian ama dia, kamu jadi berubah!! Aku jadi kesel ama kamu!!” Yue berdiri dari tempat mereka duduk disebuah bangku yang terbuat dari batu dan dilapisi keramik, di bawah pepohonan cemara yang rindang. Ia membentak Tsuki yang sedang menghadapi dilemma.

“ kalian harus tau dong, bentar lagi kan kita bakal lulus sekolah, dan aku akan ke luar negeri buat ngelanjutin pendidikan aku..” Tsuki betubuh kecil dari Crescent, ia kurus. Namun matanya lebih belo. Berambut pendek sampai sepundak. Crescent hanya terdiam, memandang sahabatnya. Tetapi tangannya gemetaran, dan mulutnya terus menggertakkan gigi karena kekesalannya yang tiada hentinya.

“ kamu nggak bisa terus-terusan begini, kamu tau kan cowok kamu nggak suka ama kami? Kenapa kok kesannya kamu ngebelain dia melulu sih?” Crescent mulai bersua memandang Tsuki dengan amarah yang sangat dalam dari raut seorang pendiam. Tsuki yang mendengar perkataan itu pun panas.
“ Oh sorry ya, dengerin itu, kamu nggak ada sopan sedikit ya, mantan temanku..”
Kata-kata itu dimuntahkan dengan spontan, sampai menyesap ke dalam sukma Crescent. Ketika mendengar hal itu, jantung Crescent langsung berhenti berdetak. Ia segera beranjak dengan menyembunyikan wajahnya kemudian langsung berlari. Ketika itu pula Yue meneriakkan namanya, tetapi tidak dihiraukannya.
“ apa yang sesungguhnya terjadi padamu, Tsuki??” Tanya Yue menghela nafas yang sangat panjang.
“ Habis dia ngomongnya gitu, aku sih nggak bermaksud ngomong gitu..”
Yue memandang Tsuki sambil menggeleng-geleng. Dalam pikirannya muncul sebuah pikiran yang baru. Ini semua gara-gara cowok sialan itu. pikirnya. Kalau saja dia tak ada, kalau saja si bajingan sialan itu tak pernah mendekati Tsuki, Tsuki tidak akan menjadi seperti ini…
Yue meninggalkan Tsuki dengan wajah yang marah kesal, beranjak dengan kaki yang tidak sabar dan tergesa-gesa. Ia memikirkan apa yang harus dilakukan agar semakin baik dan semakin lancar.

“ Eh.. eh.. kamu udah denger-denger gosip terbaru belom?”
Yue berhenti ketika tidak sengaja menguping pembicaraan sekumpulan gadis-gadis sekolah berdandan menor, yang terus membuka tutup handphone mereka yang semuanya berwarna pink dan bertipe flip.
“ Gosip apaan, sih?” Tanya temannya yang sebelah sambil menebalkan lipstick di bibirnya dengan warna ungu muda.
“ ituloh, kita bisa kirim orang yang kita benci ke neraka, tanpa jejak, dan tanpa bukti!!”
“ oh, yang kita ketiknya di situs neraka ya?”
“ Ya.. katanya kalo mau ke situs neraka, mesti malem-malem, pas jam dua belas malem..”
“ Ah, paling-paling cuman boong, udahlah kalo ada orang yang mukanya belagu, kita labrak aja,gimana..?”
“ Iya,ya, hahahahaha..”

Situs.. neraka?
Pikir Yue, dengan matanya yang terbelalak karena tidak percaya kalau ada hal yang seperti itu benar-benar ada. Tetapi, ada atau tidaknya situs itu, benar-benar harus dicoba. Inilah salah satu cara untuk menyingkirkan Makuris, orang yang paling ia musnahkan dalam kehidupannya.

Yuzuki Mikage, seorang perempuan yang kebetulan satu sekolah dengannya, sedang meminum teh kotak, kebetulan pas pada saat itu sedang waktunya istirahat, memandang seorang perempuan sedang menangis, melepaskan kacamatanya yang tertidur di padang rumput. Ia melihat perempuan itu sedang melap matanya dengan saputangannya yang berwarna cokelat muda dengan motif bunga melati. Yuzuki mendekati perempuan itu.

“ Hai.. kamu kenapa?” tanyanya dengan kepo.
Perempuan itu kaget, ia tak menyadari kalau ada yang melihatnya sedang menangis, segeralah ia bangkit berdiri, mengambil kacamatanya dan mengatakan kalau ia tersandung dan sakit sekali.
“ Kamu boong, nggak apa-apa, kita kan gak kenal, jadi kamu cerita aja, aku ini pelupa kok, jadi aku nggak kasi tau siapa-siapa, nama kamu siapa? Aku Yuzuki..”

“ Aku Crescent..”

Crescent yang sedang depresi menceritakan semuanya pada Yuzuki. Yuzuki menepuk bahunya.

“ Andai aku punya keberanian, untuk mengirimkan pacarnya ke neraka..”
DEG. Jantung Yuzuki berdetak dengan kencang. Ia tau siapa sebenarnya gadis neraka itu. gadis neraka yang sekarang ini bersemayam di dalam tubuhnya. Gadis neraka yang ada didalam dirinya sudah mengirim banyak orang ke neraka tepat di depan matanya.

“ Jangan, kalau kau lakukan itu kau juga akan ke neraka, lebih baik kau bicarakan baik-baik lagi dengan temanmu itu..” Yuzuki menasehatinya sambil memandang Crescent dengan serius dan penuh kekhawatiran.
“ Tenanglah, aku nggak seberani itu, makasih ya udah denger curhatku, Yuzuki..”
“ Ya..” Yuzuki bernafas lega.

:-:
Jam 12 malam. Laptop apple. Google search:
situs neraka
layar menjadi hitam, muncul sebuah percikan lidah api yang memunculkan gambar selanjutnya.
Kotak putih kosong untuk menuliskan nama. Dan diatas kotak putih kosong itu tertulis:
Kami akan melepaskan kebencianmu.
Yue dengan gemetaran mengetik nama yang akan ditargetkannya: Makuris Suans.

Enter.

“ Kau memanggilku?” sahut suara seorang perempuan dengan halus tepat dibelakang leher Yue, Yue yang terkejut, berteriak menoleh lehernya ke belakang menghadap perempuan itu dan tiba-tiba ia berada di sebuah lapangan rumput dengan bunga bakung merah berteberan disepanjang padang rumput itu. seorang perempuan berambut panjang dengan poni, panjang rambutnya sampai sepinggang, matanya asli dengan warna merah darah yang bersinar memancarkan kemisteriusan dan keangkeran. Yue bergetar melihat wajah cantik dengan kulit putih pucat perempuan muda itu.

“ Si.. siapa kau?” tanyanya sambil jatuh ke rumput.

“ Aku.. Enma Ai..”
Refleks dari Yue berteriak: “ Ga.. Gadis NERAKA!!”

“ Wanyuudo..” sahut perempuan itu kemudian di sampingnya muncul seorang pria setengah baya yang botak, menyahutnya dengan sebutan nona. Kemudian berubah wujud menjadi sebuah boneka vudu hitam dengan benang merah yang melilit disekitar leher boneka vudu tersebut. Ia mendekati Yue dan berkata:

“ Ambil..”
Enma Ai menyodorkan boneka vudu itu ke Yue.

“ A.. apa ini?”

“ Jika kau benar-benar berniat mengirimkan orang yang kau benci ke neraka, tariklah benang merah itu..
Jika kau menarik benang itu, maka kau telah melakukan kontrak denganku”
Yue memandang dengan angker dan takutnya, sambil menyentuh ujung benang merah yang bersinar dengan matahari sore hari.

“ tetapi..”

Jarinya bergetar dan berhenti menyentuh benang itu.

“ jika aku mengirimnya ke neraka, kau harus mengganti sesuatu yang setimpal..
Ketika seseorang telah dikutuk, dua lubang kuburan akan tercipta..
Kau pula akan pergi ke neraka, tetapi tentunya setelah kau mati..”
Yue memandang Enma Ai dengan penuh pertanyaan..” aku akan ke neraka?”

“ Pikirkanlah..”

“ Tu.. Tunggu..”

Tiba-tiba Yue kembali ke kamarnya. Sambil memandang boneka itu dengan penuh ketakutan, ia menyimpannya ke dalam tas.

:-:

Yue tidak bisa tidur. Ia terus memandangi boneka vudu. Ia masih tidak percaya bahwa inilah kenyataan yang terjadi dalam hidupnya. Ia memang ingin membawa Makuris ke neraka, tetapi ia juga takut nanti kalau suatu saat ia juga akan ke neraka. Tetapi inilah salah satu caranya ia bisa lakukan. Ia tak mungkin membunuh.

“ Hei, babi.”

Yue dengan jelas mendengar cemooh itu dari belakangnya, suara yang menyebalkan itu, adalah suara Makuris, kekasih Tsuki, sahabat yang paling berarti untuknya, dan sekarang ini bajingan ini menjadi kekasih sahabatnya.

Makuris melihatnya memegang boneka itu, dan mendekatinya
“ Hoh, dasar babi, emang kurang gede apa tuh badan, mainannya masih jadul gini, dasar babi lu..” Makuris meninju perut Yue, sambil darah keluar dari mulut Yue.
“ Da.. Dasar bajingan..” Yue melap mulutnya yang penuh darah dengan tangannya. Sementara Makuris hanya tertawa kasar dan menghina.
“ Ah.. Tsuki sayang..” sapanya ketika membuka pintu kelas, ia membelai rambut Tsuki dengan halus,
“ Kenapa Makuris?”
“ Tadi, teman kamu tuh, dia ngehina-hina aku, katanya aku nggak pantes jadi cowok kamu, padahal kan aku cuman ngelakuin yang terbaik buat kamu.. apa aku payah ya?”

a.. apa..?

Tanya Yue dalam hatinya, bersembunyi di koridor pintu sambil menguping jelas pembicaraan bajingan itu.
“ Apa? Siapa yang ngomong gitu ke kamu, Ris?”
“ ya kamu taulah, teman kamu yang cowok itu..”
“ ih, mereka nggak ada habis-habisnya ngejekin kamu ya, kenapa sih mereka, kayaknya mereka nggak seneng ngeliat aku bahagia..” pilu Tsuki mulai merengek ngambek.

Bu.. Bukan Tsuki.. kata Yue dalam hatinya..
jangan dengarkan kata-kata bajingan itu..

“ Iya, aku juga nggak tahan kalo dicaci maki melulu ama temen-temen kamu, mereka tuh udah ngehina
aku banget, tapi nggak apa-apa, cintaku masih besar kok, aku akan mencintaimu selalu, Tsuki-chan..”

“ hahaha, kamu emang cowok yang paling baik, Makuris..”

Bajingan sialan itu.. beraninya dia.. BERANINYA DIA!!
Teriak Yue dalam hatinya, dan ia menyadari bahwa sekarang ini dia sedang menggenggam erat boneka vudu hitam dengan benang merah mengikat.

Aku tak peduli, walaupun aku harus ke neraka nantinya, tetapi mengirimkan bajingan ke neraka ini memang harus setimpal.

Pikirnya, ia menarik benang itu dengan cepat.
Kebencianmu telah terdengar. Bisik suara pria setengah baya itu, dan bonekanya menghilang.
Makuris yang sedang mencium dahi Tsuki tiba-tiba menghilang lenyap, langsung tanpa setitik debu, Tsuki yang membuka matanya, kebingungan.

“ Ma.. Makuris?”

:-:

Yuzuki Mikage tenggelam di sebuah sungai, badannya mulai aneh, ia terjebak dalam genangan air, badannya serasa mau meledak, ia berteriak kesakitan, dan muncul sayap dari tubuhnya, kemudian ia pecah. Muncullah gadis neraka dengan menggunakan pakaian jepang bernama Nagajuban, sejenis kimono, berwarna hitam dengan motif-motif bunga yang bergerak-gerak. Ia membuka matanya dengan lebar.

Makuris terjerembab dalam kegelapan. Ia segera disadarkan oleh Hone onna, seorang wanita seksi, yang sedang mengikat dirinya. “ Percobaan pertama, operasi plastic cocokin hidung babi.” Senyumnya sambil menjahit hidung Makuris dan merobeknya dengan kasar.

“ GYAA, LEPASKAN!! LEPASKAN,SAKIT!!”
“ Aduh, suster, kamu vulgar banget sih, kasih dia suntikan bius dulu dong!!” seru Ichimoku Ren.

Kemudian gadis kecil pula muncul bersama anak laki kecil. “ ha.. mau permen gak? Permen taik babi.. nih, supaya nggak nangis.. ak.. makan dong..”

“ Aduh, nona, masa dikasih makan taik babi?”

Makuris dipaksa makan kotoran itu sampai ia muntah dan tidak sadarkan diri. Ichimoku Ren, pria yang menyarankan untuk suntik bius itu mengeluarkan alat penyetrum jantung dengan size sepuluh kali besar kaki gajah, dan menyetrumnya, sampai Makuris tersengat dengan sangat dashyat dan sakit.
Dan Makuris jatuh ke dalam kegelapan yang sangat hitam

“ Siapa kalian? DASAR GILA!!” ia berteriak.
“ akuilah, kamu itu munafik kan, di depan gadismu kau domba, tetapi di hadapan sahabatnya kau serigala.” Sahut Wanyuudo menyangsikan dari atas.
“ memangnya kenapa? Dari semula aku nggak suka mereka, dan lagipula aku hanya main-main sama cewek aneh itu, dan siapa kalian??”
“ Begitu jawabnya, nona..” sahut Wanyuudo, Gadis neraka yang menyangsikannya dari atas langsung terjun ke bawah dan menatapnkan dirinya pada Makuris.
“ oh.. bayangan yang bersemayam didalam jubah kegelapan, betapa kasihannnya dirimu,
Membuat manusia kesakitan dan menderita,
Membuat manusia melakukan dosa..”
Sesaat semuanya terhenti. Mata gadis neraka semakin membesar..
“ Ippen.. Shinde miru?” (Maukan, coba mati sekali aja..?)

Gadis neraka menghempaskan tangan kanannya ke kanan, dan bunga-bunga dari bajunya keluar dan menyembur Makuris.

:-:

Neraka. Sampan. Gadis neraka.
“ di.. dimana aku..? dimana aku.. nguk..” tiba-tiba muncul di hidungnya hidung babi.
“ Ini adalah neraka..” sahut Enma Ai mendayung sampannya ke sungai mayat.
“ hahaha.. lepaskan aku.. keluarkan aku dari sini..nguik..”

Kebencianmu.. telah terdayung ke neraka..

:-:
Dua hari kemudian.

“ Aku menyesal atas kepergian kekasihmu, Tsuki..” sahut Crescent

Tsuki hanya meratapi dirinya menangis dalam pelukan Crescent, sementara Yue yang melihat Tsuki tersenyum jahat dengan lebarnya. Kau bisa menemukan tanda kutukan di atas dada kirinya.

Kebencianmu.. telah terdengar..

Tamat.

Gemerlap Birahi

Diarsipkan di bawah: The Lust — mikeythebest @ 5:57 am

Gemerlap Birahi
Diinspirasikan dari lagu Kumi Koda-Physical Thing-2009
Ditulis fiksi dari lagu tersebut oleh Michael Vincent BLACK-2009-September.

Aku jenuh, berada di sebuah tempat gelap, penuh dengan gemerlapan ini, lampu-lampu bulat hitam besar itu memiliki lubang-lubang bulat cahaya kelap-kelip berwarna pelangi dan menerangi ruang yang dingin hitam gelap, dengan tergenggam sebuah gelas kaca kubus berisikan Jack Daniels yang sedikit. Banyak orang gemerlapan menikmati dentuman sensual, banyak iblis berkeliaran.

Di sela kejenuhan yang menyesakkan, kulihat dengan samar-samar seorang yang berbeda, dengan buah dada besar permukaan mengkilap seperti dilapisi minyak yang terbungkus dengan gaun bermotif abu-abu metalik polos. Berkulit coklat latin, wanita yang memukau ini berjalan dengan dentuman hak tingginya yang bisa kubayangkan betapa indah lekuk kakinya dibalut dengan hak tingginya berwarna hitam. Wanita itu berjalan semakin mendekat, menatapku selama dua detik dengan tatapan yang penuh dengan labirin dan keangkuhan yang memikat. Bibirnya yang mengkilap, tanpa lipstick. Matanya yang diberi dengan eye shadow hitam, dengan bulu mata yang cukup lebat, berparas angkuh elegan, cantik yang unik dan klasik.

Ia mengibas rambutnya dengan tidak sengaja ketika ia duduk tepat disebelahku, dan memesan margarita dengan cherry diatas menjepit mulut gelas seperti mangkuk itu. Kemudian menatapku dan tersenyum menantang. Aku memberanikan diriku mendekat dirinya yang diselimuti ego yang tinggi.

“ Tak kusangka ada yang membuat jenuhku hilang disini.” sapaku.

Ia hanya memandangku dengan senyumnya yang penuh makna, mengambil cherry itu dari mulut gelasnya, menyeruput margarita dengan perlahan-lahan, menyentuh tali cherry itu sambil memutar-mutarnya.

“ fuh. Aku juga jenuh. Makanya aku datang ke sini.” Sapanya dengan nada yang seksi dan menggetarkan seisi kepalaku.

“ aku tertarik padamu.”

“ kumohon. Jangan lebai. Aku pula tertarik padamu. Tapi..”

“ tapi…?”

“ aku tak ingin cinta.”

Aku semakin memerhatikannya dengan cermat, aku menggulung lengan kemeja hitamku, dan semakin mendekatkan tubuhku pada dirinya.

“ sungguh aneh aku mendengar dari mulut seorang wanita yang bilang ia tak ingin cinta.”

“ itu karena aku tau ini bukan cinta.”

“ pernyataan yang bagus, lady.”

Ia memandangku, kembali tersenyum memiliki makna yang aneh, menggoda dan menggetarkan logika. Tak menjauh dari tubuhku. Cherry yang ia mainkan berhenti dari putaran jarinya yang diberi kutek merah pekat. Kemudian dengan jarinya itu ia membelai bibirku dengan cherry yang dimainkannya.

“ kau tau sesuatu yang berhubungan dengan badan. Seperti menagih. Seperti ekstasi?”

Aku berusaha mencari kata yang tepat untuk mengisi pertanyaannya.

“ tapi aku tak tertarik bila kau sudah dimiliki. Apa kau sudah dimiliki? Jujur. Kalau kau belum termiliki, habiskan buah terlarang ini, manusia berjenis Adam.” Jawabnya dengan mendekatkan wajahnya yang begitu memukau memandang mataku dengan kristal yang indah dimatanya, dibiaskan oleh cahaya warna-warni.

“ birahi?” kubuka mulutku dan menelan dengan pelan cherry yang asam itu ke dalam mulutku. Ia tertawa kecil dan kembali menyeruput margarita.

“ tak usah berlaga polos seperti itu. Aku tau kau juga mau. Tak usah kau menggigit cherry itu seperti menggigit kukumu.”

Aku menelan cherry itu dengan gugup. Tak kusangka egonya begitu puncak, dan penuh dengan tantangan yang menjebak. Tetapi aku tak menyerah begitu saja, aku membelai wajahnya.

“ ya. Aku juga mau. Kau lihat aku menarik, aku melihatmu menarik. Begitu simpel. Begitu praktis.”

“ kau tau aku mau lebih dari sebuah gombalan sampah. Jadilah lelaki dan puaskan aku.”
Aku menyentuh tangannya dan membawanya ke dalam ruang yang sepi dan terpencil dan didalam ruang yang terkunci itu, aku menghempaskan dirinya ke dinding yang bercorak kotak kotak hitam putih seperti papan catur.

“ aku peringatkan kau. Berani kau dustakan aku bila kau sudah dimiliki. Aku bersumpah akan membunuhmu setelah ini.”

Aku tersenyum dengan jahat. Aku tak bisa berpikir. Dan kukatakan padanya dengan jujur kalau aku lagi kosong. Kumulai menyentuh bibirnya yang basah dan kurasakan selaput bibirnya yang menempel dengan selaput bibirku perlahan-lahan, mendalami bibirnya dan seisi mulutnya dengan mulutku. Kemudian aku membelai lehernya dengan bibirku.

Desahannya begitu mempesona, begitu seksi, begitu indah. Ia meremas otot punggungku.

“ namamu siapa, manusia ber-ras Eve?” jawabku membelai lehernya dengan mulutku dari atas letak kerongkongan sampai ke tengah belah dadanya dengan kering.

“ tak wajar seorang lelaki yang akan mendalamiku tanpa cinta menanyakan nama.”

“ aku tentu berbeda dengan bajingan-bajingan yang membuatmu jijik.” Godaku membelai kewanitaannya yang melumas dengan belaian jariku.

“ semua lelaki itu bajingan. Kau beruntung hari ini aku sedang sial.”
Aku tertawa. “ bajingan beruntung ini diberi nama Krein.”

“ Sicaya.” Ia melepaskan kemejaku dengan matanya yang penuh dengan hipnotis, dan membelai rambutku yang hitam berponi ke samping, pendek. Ia tampaknya takjub melihat tubuhku yang cukup bisa kubayangkan untuk memeluknya dengan keras dan berisi.

“ nama yang indah.” Pujiku mencium pipinya.

“ teruslah menyampahkan gombal dari bibirmu yang membius itu, Krein.”

“ aku akan terus menyampahkan sampai bisa merebut dirimu sepenuhnya.”

“ fuh. Itu tergantung seberapa jantan dirimu sebagai seorang pria.”

Aku semakin tertantang dan dengan lugasnya aku membuka pahanya dan menjepitkan sebelah pahanya mendekap kejantananku. Dan kudalami lidahku ke dalam mulutnya yang mulai mendesahkan nafas yang menggoda dan menggelora. Kubuka resleting gaunnya dari untaian yang berada dipundaknya, dan sebelah tangan kiriku melepas celana dalamnya. Ia pun tak membuatku sadar kalau kejantananku sudah bebas dari celana jeansku.

Aku mengalaskan lantai marmer itu dengan bajuku, dan menggendongnya sampai ke bawah dan menindihnya. Dan kulumeri bibirnya dengan bibirku dan kami mulai menyatu.

“ Puasi aku.. Krein.. ah.. ah..”

Gerakan yang simpel dan mudah. Goyang maju dan mundur, dan mengepit. Keringat bercucuran membasahi kedua badan, pelan pelan tetapi pasti. Seperti sebuah irama yang menakjubkan ditaburi dengan gemerlap birahi.

Aku memeluknya dan terus melanjutkan birahi tanpa henti ini. Bibirnya terus mendesah dua huruf alami penuh dengan godaan dan tantangan yang nikmat. Desahannya yang menggemakan namaku membuatku terus terjerumus dalam kenikmatan penuh kontroversi. Sesuatu yang tabu.

“Sicaya..”

Aku mendengar desahan sayu membisikkan telingaku dengan seksi..

“ Krein.. aku.. aku.. sudah mau..”

aku tersenyum memandang wajahnya, memelankan lajuanku, dan menciumnya dengan pelan.

“ Jangan egois dong, aku juga ikut.”

Aku terus menggelorakan badannya dan semakin lama akhirnya, kedua bibir secara refleks mendesah dan mengerang panjang bersamaan dalam satu ritme.

.:—:.
“ Sial. Kau begitu nikmat.” Jawabnya memalingkan wajahnya dari tatapanku yang terus tersenyum memeluknya yang begitu elok dan indah, dan lucu.

“ kamu juga. Begitu memukau di hati.”

“ teruslah menyampah gombalmu. Semakin lama semakin seperti perhiasan asli.” Senyumnya sambil pura-pura tidak tertarik. Wanita dengan ego yang tinggi.

“ Kau juga belum termiliki kan, Sicaya?” tanyaku sambil mengembalikan logikaku.

“ aku bukan murahan. Aku tak akan melakukan dengan pria lain kalau aku sudah termiliki. Yah. Walaupun sekarang ini aku seperti pelacur.” Jawabnya dengan polos dan aku tertawa kencang.
Kemudian aku menciumnya dengan lembut, membelai kembali lehernya yang manis dan menyebar sampai terhenti di telinga kanannya dan membisikkan sesuatu,

“ sekali lagi yuk?”

Tamat.

.:—:.
slapstick

“ sekali lagi yuk?”

“ aku udah bosen dengan kontrasepsi. Kalo mau lagi sana vasektomi dulu.”

.:—:.

Terlalu

Diarsipkan di bawah: Poems — mikeythebest @ 5:55 am

Apakah itu?

Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Terlalu cantik dibuang
Terlalu jelek dibayangkan

Terlalu manis dimasakkan
Terlalu pahit dirasakan
Terlalu panas di mulut
Terlalu dingin di lidah

Terlalu merah diwarnakan
Terlalu biru ditinjukan
Terlalu ramai dibicarakan
Terlalu sepi ditepuksebelahtangankan

Terlalu baik dilakukan
Terlalu jahat dibiakkan
Terlalu berkilau dilihat
Terlalu gelap di dalam hati

Terlalu terlalu di sukma
Terlalu terlalu di jiwa
Terlalu terlalu di bibir
Terlalu terlalu di badan

Apakah itu?

Langit Merah Dalam

Diarsipkan di bawah: Love — mikeythebest @ 5:54 am

Langit Merah Dalam
Diinspirasikan oleh lagu Shimatani Hitomi-Shinku
Ditulis fiksi oleh Michael Vincent White-Oktober-2009

Kututup mataku seperti sedang berdoa
Sehingga keinginan ini sampai dengan tepat di hatimu…

Lesmik membuka situs favorit para remaja zaman sekarang, Facebook. Ia memandang segala status updates yang diketik banyak manusia di setiap detik waktunya mereka menjalani kehidupan mereka.

Lalu perempuan remaja berkacamata itu menghentikan putaran mouse yang sedang asyik berputar di tangannya.

Gared Tjones: on the way to Puerto Rico

Lesmik tersentak memandang nama tersebut. Debaran hatinya mengguncang,tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya karena selama ini ia sedang jatuh cinta dengan pria yang begitu menawan dan dewasa ini.

11 Oktober, Starbucks Senayan City.

” Ko Gared…”
” Hum?”
” Ko Gared mau rencana ke mana?”
” Oh.. Haha.. Liburan ini saya mau ke Amerika”
” Oh.. Asyik dong..”
” Hahaha iya…”

Seperti langit merah yang penuh dengan bara api. Aku mencari kekuatan untuk percaya bahwa suatu saat nanti…
Hati kita berdua akan melumer bersama dan alasanku untuk melanjutkan hidup diam-diam berubah

Lesmik menangis. Tidak ada namanya di-tag didalam foto. Ia melihat pantai yang sangat indah. Betapa menyenangkannya berada di pantai itu. Apalagi bersama Gared Tjones. Teman-temannya di-tag tetapi hanya Lesmik sendiri yang tidak di-tag. Mungkin menurut Gared, Lesmik hanyalah seorang manusia biasa di hadapan matanya. Lesmik menangis. Tangisan ini mirip sekali dengan tangisannya pertama kali ketika melihat pria yang diidamkannya begitu akrab dengan wanita lain.

Lesmik hanyalah seorang perempuan biasa. Gadis remaja yang masih mungkin kekanak-kanakan. Masih bergantung kepada ekonomi keluarga. Dan kriteria ini sama sekali bertolak belakang dengan Edgar Tjones yang menginginkan wanita yang sempurna dan mandiri dan sederajat dengan dirinya.

Sesaat Lesmik membuka kacamatanya dan mengadahkan air matanya yang berlinang ke arah langit yang dicat dengan merah ke oranyean dengan bulatan oranye cahaya matahari yang terselubungi awan.

Api merah dalam telah bangkit di langit adalah sebuah tanda aku masih disini. Aku akan menjadi bunga dan bernyanyi sehingga suatu saat kau akan memetikku dan memelukku

” Les.. Thank you banget ya..”
” Loh kenapa kok thank you?”
” Kadonya bagus banget. Kamu kreatif banget.”

Lesmik tersenyum ketika mengiang-ngiang suara itu. Itu adalah momen terindah dalam hidupnya. Suara itu masih terdengar sayu-sayu.

Ia mengadah ke langit yang berwarna merah dalam dan dalam hatinya berbisik,

Walaupun dunia telah diselimuti kegelapan.. Suaramu adalah masa depanku.. Sampai kapanpun..

Oktober 9, 2009

Ketika Sudah Berada di Ambang Keputusasaan

Diarsipkan di bawah: ~Ungkapan~ — mikeythebest @ 9:10 pm

Saya benar-benar merasakan keputusasaan. Saya mengirimkan salah satu cerita pendek saya ke suatu majalah tetapi tidak ada respon dari majalah tersebut. saya dulu juga pernah mengalami hal yang sama, dan ini yang ketiga kalinya. Rasanya sungguh iri melihat manusia-manusia sekitar saya sudah bisa melakukan usaha sendiri-sendiri.

Tetapi setidaknya, cerpen-cerpen saya ini unik dan lumayan disukai, jadi saya sedikit bersyukur cerpen saya disukai walaupun tidak banyak. tetapi mereka merespon dengan sangat baik, sehingga penulisan cerita saya bisa saya rasakan perkembangannya sampai sekarang (walaupun ada beberapa persen saya anggap semakin lama cerpen buatan saya makin gak jelas :(   )

Akhir-akhir ini saya kembali menggemuk. Gawat juga nih, hahaha, tapi tak apa, segera saya akan balik dalam penderitaan diet. saya juga akan memasukkan cerpen-cerpen saya yang ada di dalam Facebook akan saya pindahkan ke sini beserta komentar-komentar pembaca cerpen-cerpen saya. :)

September 3, 2009

Ungkapan 21

Diarsipkan di bawah: ~Ungkapan~ — mikeythebest @ 10:20 am

fuh. kuliah. dunia kuliah. membosankan. rasanya pengen balik waktu zaman SMA, masih adem2 ayem aja dibanding masa kuliah. tapi udah sesantai masa kuliah sih daripada SMA. sepertinya saya pula sudah bisa menyesuaikan keadaan kuliah. Akhir-akhir ini saya merasa pengunjung notes cerita Facebook saya makin lama makin dikit.betapa sedihnya ketika merasakan novelmu sudah diupdate susah-susah tetapi sepi pembaca.

tapi tak apalah, yang penting masih ada yang mau komen, wkwk, makasih ya yang rajin ngebaca, proyek yang saya buat itu ceritanya seorang cewek yang namanya Keimi lagi naksir dengan yang namanya Edo, cowok tampan yang suka banget main basket di lapangan perumahan mereka. sejauh ini sih saya masih enjoy-enjoy aja nulisnya, saya cuman takut nantinya alurnya jadi berantakan. hahahahaaha. doakan saya ya yang ngebaca post ini supaya novel saya cepet jadi dan bisa dirilis. Amin. XD

masalah gempa yang seru kemarin akan saya ceritakan. pada saat itu saya sedang asyik-asyik mengikuti pelajaran menggambar di kuliah saya. tiba-tiba teman sebelah saya menanyakan kayaknya gempa ya? saya kagak percaya dengan pernyataan itu dan tetap sibuk mewarnai ungu pada gambar saya, hingga pada akhirnya saya seperti diputar-putar dengan putaran yang cukup mengerikan seperti mau retak. saya takut dan semua pun panik dan berlarian turun tangga. betapa mengerikan gempa yang terjadi, tetapi setelah selesai keluar dari gedung, saya dan teman-teman saya malah tertawa, entah, karena mungkin ada suatu sensasi tersendiri menurut saya, hahaha, aneh ya. tetapi saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena saya selamat dan masih hidup. Terima kasih atas AnugerahMu, Tuhan :)

Agustus 26, 2009

Ungkapan ~20~

Diarsipkan di bawah: ~Ungkapan~ — Tag: — mikeythebest @ 1:06 pm

well… aduh udah berapa bulan saya nggak nge-blog.. tampaknya waktu berjalan dengan sangat cepat ya, blog laen malah makin laris, blog saya makin lesu.. hahahaha.. nggak apa-apa, yang penting masih ada niatnya saya nge-blog..

saya akhir-akhir ini sedang jatuh cinta. ya. jatuh cinta.

gak salah lagi. setelah sekian lama. saya jatuh cinta.

jatuh cinta. cinta jatuh. jatuh jatuh.

lebainya saya. hahaha.. tapi saya merasakan buanyaaaaaaaak banget dari pengaruh jatuh cinta. Kalian pasti juga ngerasain kan rasanya waktu jatuh cinta? rasanya ada sesuatu yang mendorong dan membuat hidup kita jauh lebih baik.. ya? :) )

Juli 20, 2009

Ungkapan ~19~

Diarsipkan di bawah: ~Ungkapan~ — Tag: — mikeythebest @ 12:03 pm

selamat malam semuanya, saya menulisnya selamat malam karena saya menulisnya sedang di malam hari. apa kabar semuanya? sudah berbulan-bulan saya tidak menulis post di blog ini. ada beberapa hal yang ingin saya ungkapkan dalam ungkapan hari ini.

pertama:

Film Harry Potter and Half-Blood Prince

yang diputar kalau tidak salah sudah dari tiga hari yang lalu, jujur saya sudah menantikan film ini sekitar satu tahun setengah ya kalo gak salah. wkwk. saya pun sudah janjian mau nonton premier dengan sahabat saya (walaupun akhirnya nggak jadi)

jujur saja komentar saya dengan adanya film Harry Potter yang ke-6 ini rasanya sangat-sangat-amat-amat-terlalu mengecewakan. saya sebenarnya kurang pantas berkomentar seperti ini karena saya tidak sehebat sutradara dan yang membuat film HarPot tetapi tetap saja menurut saya movie yang kali ini yang paling jelek diantara semua Harpot

yang seharusnya adegan-adegan penting tidak dikeluarkan. dan terlalu banyak adegan penting yang dipotong. apalagi sepertinya Harpot disini hanya menunjukkan adegan-adegan remaja yang sedang kasmaran seperti Harry dengan Ginny,Ron dengan Hermione, rasanya kurang sreg karena genre yang ditekankan dari Harpot kan cerita misterinya dan terutama cerita bagaimana bisa mengalahkan Voldemort the Dark Lord, ya kan? =)

kesimpulannya, saya menyesal nonton premiere dengan orangtua saya menonton Harpot yang ke-6. saya hanya berharap semoga film Harpot yang terakhir memuaskan para penonton kembali dan lebih bagus daripada Harpot yang ke-6.

kedua

mengenai bom yang terjadi di hotel-hotel mewah berbintang lima di Jakarta. saya turut berduka cita. dan saya tidak mengerti alasan apa yang membuat mereka mengebom Jakarta, padahal pada saat ini Jakarta bisa dibilang merupakan kota yang sudah cukup aman pada saat-saat seperti ini. semoga yang mengebom mendapat hukum sesuai karma yang dilakukannya.

sekian dari ungkapan saya =)

« Tulisan Lebih BaruTulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.